PENALARAN DEDUKTIF
1. Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah suatu Paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal Paragraf. Paragraf ini diawali dengan pernyataan yang bersifat umum dan kemudian dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan khusus yang berupa contoh-contoh, rincian khusus, bukti-bukti dan lain-lain. Karena Paragraf deduktif dikembangkan dari suatu pernyataan umum, maka pola kalimatnya adalah dari umum ke khusus.
Ciri-ciri kalimat deduktif:
a. Kalimat utama berada di awal paragraf.
b. Kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan-penjelasan.
Pola Paragraf deduktif:
Umum,
Khusus,
Khusus,
Khusus.
Contoh Paragraf deduktif:
Kemacetan sudah menjadi hal yang biasa di Kota Jakarta. Kemacetan tersebut diseabkan oleh beberapa faktor antara lain. Pertama, jumlah kendaraan yang ada di Jakarta tidak seimbang dengan luasnya jalan. Kedua, Kurangnya kedisiplinan bagi semua pengguna jalan raya. Ketiga, Kemunculan tempat-tempat yang menganggu lalu lintas seperti pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya. Yang terakhir, Ketidak tegasna aparat yang berwenang dalam menindak para pelanggar lalu lintas silogisme adalah merupakan suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Dan silofisme itu di atur dalam dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Kemudian silogisme mempunyai beberapa macam jenisnya, yaitu diantaranya sebagai berikut.
Jenis-jenis silogisme
1. Silogismekatagorial
Silogisme ini merupakan silogisme dimana semua proporsinya merupakan katagorial. Kemudian proporsisi yang mengandung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor (premis yang termnya menjadi subjek).
Contoh Kalimat :
”Bulan depan semua siswa SMK Yadika akan melaksanakan Study Tour. Mereka akan mengunjungi Bandung dan Bali. Kebetulan Budi merupakan murid kelas 2 SMK. Dia belajar di sekolah SMK Yadika. Oleh karena itu, Budi akan mengikuti Study tour ke Pulau Bali dan Bandung”.
Premis Mayor : Semua siswa SMK Yadika mengikuti study tour.
Premis Minor : Budi belajar di SMK Yadika.
Kesimpulan : Budi mengikuti study tour.
2. Silogisme hipotetis
Yang dimaksud dengan silogisme hipotetik itu adalah suatu argumen/pendapat yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.
Contoh kalimat :
“ "Apabila hari ini hujan saya akan menggunakan naik becak agar tidak kehujanan. Lalu sekarang turun hujan, maka saya mengunakan naik becak agar tidak kehujanan."
Jika hujan saya naik becak.(mayor)
Sekarang hujan.(minor)
Saya naik becak (konklusi).
3. Silogisme Alternatif[
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain. Contoh:
Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Nenek Sumi berada di Bandung.
Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.
4. Paragraf Entimen
Entimen merupakan sebuah silogisme yang dipendekan. Jadi entimen adalah kesimpulan dari silogisme. Namun, sebenarnya, entimen ini bukanah paragraf, akan tetapi lebih terlihat seperti sebuah kalimat kesimpulan.
Contoh kalimat:
"saya mengunakan sepeda motor karena agar tidak terhambat macet saat melakukan perjalanan ke sekolah"
PENALARAN INDUKTIF
I. Generalisasi
Paragraf ini dimulai dengan memaparkan suatu hal yang khusus dan kemudian disimpulkan pada bagian akhir paragaf.
Contoh Kalimat :
“Buah kelapa dapat dijadikan sebagai bahan makanan dan minuman yang segar. Tak hanya buahnya, kayu pohon kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Sedangkan pelapahnya dapat dijadikan sapau ijuk. Bahkan akarnya pun bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Oleh karena itu pohon kelapa sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia”.
II. Analogi
Paragraf analogi adalah paragraf yang memaparkan suatu objek dengan menyamakannya dengan objek lain yang memiliki kesamaan dalam hal tertentu.
Contoh Kalimat :
Mendaki ke puncak gunung harus memiliki persiapan dan bekal – bekal yang harus dibawa. Jika tidak memiliki bekal atau persiapan, kita akan terjatuh dari atas. Hal ini dikarenakan akan banyak halangan yang menghadang kita di depan, seperti binatang buas, bukit terjal, ataupun cuaca yang tidak bershabat. Sekali saja kita berbuat kesalahan, maka akibatnya akan sangat fatal. Begitu pula dengan mencapai kesuksesan, ada banyak hal yang harus kita persiapkan terlebih dahulu sebelum kita maju. Persiapan – persiapan tersebut, diantara lain mental, ilmu dan doa. Tanpa persiapan itu semua, kesuksesan akan susah diraih. Oleh karena itu, menggapai kesuksesan sama seperti menggapai puncak gunung karena perlu mempersiapakan bekal untuk semua halangan yang menghadang di depan.
III. Paragraf Kausal / Sebab – Akibat
Paragraf ini diawali dengan memaparkan hal – hal khusus yang berupa sebab – sebab, kemudian disimpulkan pada bagian akhir yang merupakan akibat dari sebab tersebut.
Contoh Kalimat :
Hujan yang terjadi pada malam hari itu sangatlah deras, bahkan hujan tersebut terjadi sepanjang hari tanpa henti. Air yang terus mengalir tersebut memenuhi selokan hingga selokan itu tidak bisa menampung air lagi. Terlebih lagi dengan keadaan sungai yang telah sempit dan dangkal membuat air meluap hingga ke perkampungan penduduk. Oleh karena itu, banjir datang dan menggenangi seluruh perkampungan penduduk.
Rabu, 23 Maret 2016
Minggu, 13 Maret 2016
Senin, 26 Oktober 2015
MEMBUAT GARIS DENGAN OPEN GL
Kali ini saya akan menjelaskan tugas Mata Kuliah “Grafik Komputer dan Pengolahan Citra’ Tentang membuat Garis Vertical,Horizontal dan Diagonal dengan menggunaka bahasa pemrograman C++ dan dipadukan dengan library dari openGL yaitu Glu t.h.
Pada pembuatan ketiga garis ini saya menggunakan software DWV C++ untuk compiler dan dipadukan dengan Library OpenGL, untuk memulai project baru kita terlebih dahulu memasukan package Glut.h pada Dev c++ dengan cara klik dimenu tools dan pilih package manager.
Pada pembuatan ketiga garis ini saya menggunakan software DWV C++ untuk compiler dan dipadukan dengan Library OpenGL, untuk memulai project baru kita terlebih dahulu memasukan package Glut.h pada Dev c++ dengan cara klik dimenu tools dan pilih package manager.
PENJELASAN PROGRAM
Kali ini saya akan menjelaskan tugas Mata Kuliah “Grafik Komputer dan Pengolahan Citra’
Tentang membuat Garis Vertical,Horizontal dan Diagonal dengan menggunaka bahasa pemrograman C++ dan dipadukan dengan library dari openGL yaitu Glu t.h.
Pada pembuatan ketiga garis ini saya menggunakan software DWV C++ untuk compiler dan dipadukan dengan Library OpenGL, untuk memulai project baru kita terlebih dahulu memasukan package Glut.h pada Dev c++ dengan cara klik dimenu tools dan pilih package manager.
Lalu setelah itu klik install dan cari file bernama “glu t-3.7.6-bin”, setelah itu kita open.
Dan kita akan menuju ke installer untuk library OpenGL, lalu kita klik install dan finish.
Sekarang kita buat projectnya dengan cara klik new dan pilih project lalu pilih di tab basic dan pilih console application lalu saya membuat nama file project3 klik OK.
Memanggil file-file Header yang dibutuhkan
#include
#include
#include
#include
#include
#include
#include
Pertama panggil semua file header yang dibutuhkan dalam pembuatan program, iostream sebagai input dan output sedangkan glu,glut,gl berguna agar kita dapat menggunakan statment OpenGL.
Membuat Function
Setelah itu buat function yang akan di panggil pada saat user menginput nilai pada tampilan menu.
1. glClear (GL_COLOR-BUFFER_BIT); Digunakan untuk membersihkan layar latar belakang dengan warna hitam.
2. glPushMatrix (); digunakan untuk membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar.
3. glColor3f(1.0,1.0,1.0); digunakan untuk menentukan warna garis/titik.
4. glBegin(GL_LINES); digunakan untuk menggambar garis dari titik.
5. glVertex3f(x+0.5,a+0.5,0.0); digunakan untuk menentukan titik awal.
6. glVertex3f(x+0.5,b+0.5,0.0); digunakan untuk menentukan titik awal.
7. glEnd (); digunakan untuk mengakhiri gambar garis dititik akhir.
8. glPopMatrix (); digunakan untuk membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar.
Membuat tampilan menu
Menu:
Int a;
Count<<”MENU?\N”;
Count<<”1.Garis Vertikal\n”;
Count<<”2.Garis Horizontal\n”;
Count<<”3.Garis Diagonal\n”;
Count<<”4.Exit\n”;
Count<<”Masukan pilihan anda:”;cin>>a;
Count<<”\n”;
Menu: sebagai parameter agar pada saat user menginput nilai yang tidak ada pada menu maka program akan kembali ke awal.
USER GUIDE
1. Pertama double klik Project3.exe, lalu akan muncul tampilan menu.
2. kemudian pilih salah satu dari 4 menu diatas. Lalu input nilai sesuai dengan syarat masing-masing garis.
Syarat Input:
1. Vertikal : Nilai Y awal harus sama dengan nilai X tetap.
2. Horizontal : Nilai X awal harus sama dengan nilai Y tetap.
3. Diagonal : Nilai X0 dan Y0 harus bernilai 0 sedangkan untuk X1 dan Y1.
Harus diisi dengan nilai selalu 0 sebagai derajat pembuat garis.
VERTIKAL
HORIZONTAL
DIAGONAL
3. Jika user menginput nilai yang tidak sesuai dengan syarat yang ada maka pada window
OpenGL tidak akan mencetak garis.
Jurnal SIstem Informasi
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
(Studi kasus : “PEMBAYARAN SPP SEKOLAH PADA SMA PIRI 2YOGYAKARTA”
Disusun:
Hesti Handayani
Jurusan Teknik Informatika
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ABSTRACT
Information system that runs on Piri SMA 2 Yogyakarta still manually so there is a continual problem in terms of effectiveness and efficiency of data management becomes a very important information in the process of school management. The main problem faced by the Administrative officer school is not optimal use of computers in the payment process, thus causing ketelambatan services to students, and not infrequently also occurs error reporting and recording.
The main purpose of the analysis of this system is to evaluate and determine the problems faced in terms of system administration tuition payment Piri SMA 2 Yogyakarta. Furthermore, an analysis can be performed using the method PIECES Analysis, Feasibility Analysis System. The new system design using structured techniques where the system is modeled using the data flow diagram, the database is modeled using the Entity Relationship Diagram (ERD). Implementation of the SPP and Dues Payment application SMU Piri 2 programming language Visual Basic and Microsoft Access database.
The research has resulted in applications for Information System Application Fee Payment and high school tuition Piri 2 Yogyakarta. Application of the stretcher has been realized and can operate as a system requirement. In general, the new system has succeeded in optimizing the existing computer system in the process of payment of school fees so that it can manage the data well, to produce an effective and efficient information.
1. Pendahuluan
Sistem informasi yang berjalan pada SMA Piri 2 Yogyakarta masih secara manual sehingga timbul suatu permasalahan dalam hal keefektifan dan efisiensi pengelolaan data menjadi sebuah informasi yang sangat penting dalam proses manajemen sekolah. Karena dalam lingkungan pendidikan, pemanfaatan teknologi informasi sangat penting, dan harus dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
Pada dasarnya sebuah lembaga maupun organisasi yang memanfaatkan teknologi informasi secara optimal yang dapat bertahan (survive) dalam era global ini, karena lewat pemanfaatan teknologi informasi sebuah lembaga atau organisasi dapat mengaskses informasi dengan cepat, tepat dan akurat serta dapat memberikan pelayanan yang efektif dan efisien. Seiring dengan terus bertambahnya jumlah siswa pada SMA Piri 2 Yogyakarta menuntut lembaga/ sekolah untuk bisa memberikan pelayanan terbaik bagi siswa dalam pemanfaatan sarana maupun prasarana pendukung proses pembelajaran.
Beberapa layanan yang berhak didapatkan oleh siswa disekolah antara lain kemudahan dalam hal pelaksanaan praktek di laboratorium yang nyaman, serta
menikmati koleksi buku-buku di perpustakaan untuk menunjang pembelajaran, serta sarana maupun prasarana lainnya yang memadai. Untuk mendapatkan fasilitas itu semua, maka sekolah menerapkan iuran dana sekolah yang sering disebut SPP.
Adapun di dalam dana itu selain biaya sekolah juga terdapat iuran kurban, iuran karya wisata dan yang lainnya. Pembayaran iuran dimaksud, dilakukan dengan cara angsuran per bulan atau per semester. Selama ini, proses pembayaran beberapa iuran tersebut masih dilakukan secara manual, dan yang melayani siswa hanya satu orang petugas Tata Usaha untuk melayani ratusan siswa. Biasanya juga pembayaran dilakukan oleh siswa menjelang ujian tengah semester atau menjelang ujian akhir semester sehingga terjadi penumpukan jumlah siswa yang membayar. Pada saat membuat laporan kepada Kepala Sekolah terkadang menghadapi berbagai kendala karena pembuatan laporan masih secara manual sehingga proses perhitungan dan pembuatan laporan membutuhkan waktu yang lama dan juga sering terjadi kekeliruan dan kesalahan.
Masalah utama yang dihadapi oleh petugas Tata Usaha sekolah adalah belum optimalnya penggunaan komputer dalam proses pembayaran, sehingga menyebabkan ketelambatan pelayanan kepada siswa, serta tidak jarang juga terjadi kesalahan pencatatan dan pelaporan.
2. Landasan Teori
2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi
“Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.” (Jogiyanto HM, 1995) Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen dalam pengambilan keputusan. Informasi diperoleh dari sistem informasi (information system) atau disebut juga dengan processing system atau information processing system atau information generating system.
2.2 Sistem Manajemen Basis Data
Sistem manajemen basis data (database management system) atau kadang disingkat DBMS, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. DBMS berisi suatu koleksi data yang saling berelasi dan satu set program untuk mengakses program tersebut.
Manfaat penggunaan Database :
• Untuk mengorganisasi dan mengelola data dalam jumlah besar
• Untuk membantu dalam melindungi data dari kerusakan yang disebabkan pengaksesan yang tidak sah
• Memudahkan dalam pengambilan data
• Untuk memudahkan dalam pengaksesan data secara bersamaan dalam suatu jaringan.
3. Analisis dan Perancangan Sistem
SMA PIRI 2 berdiri 24 Juni 1986 yang terletak di desa Suryodiningratan, Kecamatan Mantrijeron. SMA PIRI 2 berdiri di atas tanah seluas 4.300 m² dengan jumlah kelas sebanyak 5 kelas. Berikut data SMA PIRI 2 Yogyakarta :
1. Nama Sekolah : SMA PIRI 2 Yogyakarta
2. Alamat : Jl. MT. Haryono 23
Desa : Suryodiningratan
Kecamatan : Mantrijeron
Kabupaten : Yogyakarta 55141
3. Tahun Berdiri : 24 Juni 1986
4. Status Sekolah : Swasta
5. Nomor Statistik Sekolah : 302046009046
6. Status Tanah : Hak Milik
7. Jumlah Ruang Belajar : 5 lokal Kelas
8. Waktu Belajar : Pagi Pukul 07.15 s.d 13.45
9. Jumlah jam belajar seminggu : 7 jam pelajaran @ 45 menit
SMA PIRI 2 Yogyakarta belum menggunakan komputer dalam proses pembayaran iuran sekolahnya. Proses yang dijalankan masih manual sehingga memakan waktu yang cukup lama dan kurang efisien. Dalam proses pelaporan yang merupakan bagian sangat penting juga dikerjakan dengan sistem manual, sehingga sering terjadinya kesalahan. Selain itu juga akan membutukan waktu yang cukup lama dalam proses pengerjaannya dan juga dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan.
Kelemahan sistem lama :
1. Karena proses pencatatan dilakukan secara manual, jadi keamanan data sering tidak bisa dijaga. Sering terjadi kehilangan data, sehingga menimbulkan kesalahan pada proses pembuatan laporan.
2. Selain itu juga ketika siswa kehilangan kartu bayar, maka petugas akan kesulitan untuk mengetahui jumlah yang sudah dibayarkan oleh siswa.
3. Bila terjadi transaksi pembayaran iuran, petugas harus menuliskan data siswa yang membayar ke dalam sebuah buku, serta bukti pembayaran berupa kartu bayar dituliskan secara manual, yang menyebabkan kurang cepatnya pelayanan terhadap siswa.
4. Pendataan siswa yang wajib membayar dilakukan secara manual yaitu dengan mencatatkan pada sebuah buku induk.
3.1 Analisa Sistem
3.1.1 Analisis Pieces
Tujuan utama dari analisis sistem ini adalah untuk mengevaluasi dan menentukan permasalahan yang dihadapi dalam hal sistem Administrasi Pembayaran SPP SMA PIRI 2 Yogyakarta. Selanjutnya dapat dilakukan suatu analisis dengan menggunakan metode Analisis PIECES, yaitu :
a. Performance (kinerja)
Performance atau kinerja merupakan suatu analisis terhadap kemampuan sistem dan menyelesaikan tugas dengan baik.
b. Information (informasi)
Informasi merupakan komoditas terpenting bagi seorang pengguna akhir pada suatu sistem dalam pengambilan keputusan. Dengan sistem informasi yang baik maka akan menghasilkan informasi yang bermanfaat serta dapat mendukung dalam menanggapi masalah dan peluang yang ada.
c. Economy (ekonomi)
Sistem yang ada saat ini masih manual, dilihat dari segi ekonomisnya system yang ada saat ini masih mengeluarkan biaya yang tidak sedikit setiap akan melakukan pencatatan data transaksi pembayaran, sehingga sistem yang sedang berjalan saat ini masih kurang ekonomis.
d. Control (kontrol)
Pengendalian dalam sistem sangat diperlukan, yaitu digunakan untuk meningkatkan kinerja sistem, mencegah atau mendeteksi penyalahgunaan atau kesalahan sistem serta untuk menjamin keamanan data dan informasi.
e. Effisiency (efisiensi)
Terdapat perbedaan antara efisiensi dengan ekonomis. Ekonomis berkaitan dengan sesedikit mungkin jumlah sumber daya yang digunakan sehingga menghasilkan keuntungan, sedangkan efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber daya yang ada dapat digunakan dengan sebaik dan sehemat mungkin dengan pemborosan/ biaya yang paling minimum.
f. Service (servis)
Pelayanan yang diberikan sangat mendukung dalam peningkatan profit atau laba bagi sekolah. Suatu lembaga pendidikan akan berusaha meningkatkan pelayanannya terhadap konsumen yaitu para siswa sehingga konsumen merasa puas, hal itu yang menjadi tujuan utama dari lembaga pendidikan berkualitas.
3.1.2 Analisis Kelayakan Sistem
Analisis kelayakan adalah sebuah studi yang mempertimbangkan terhadap kebutuhan-kebutuhan dalam pembangunan sebuah sistem sehingga dapat ditentukan layak/tidaknya sistem tersebut. Sehingga tujuan dari analisis kelayakan adalah untuk menguji apakah sistem baru yang akan diterapkan sebagai pengembangan dari sistem lama layak diterapkan.
a. Analisis Kelayakan Hukum
SMA PIRI II sudah menggunakan software berlisensi sehingga secara hukum telah memenuhi kelayakannya.
b. Analisis Kelayakan Teknologi
Komputer-komputer dan sistem jaringan yang ada di SMA PIRI memiliki spesifikasi sebagaimana yang dibutuhkan oleh sistem baru sehingga secara teknologi komputer-komputer dan jaringan yang ada masih layak.
c. Analisis Kelayakan Operasional
Saat ini sumber daya manusia pengguna komputer sudah memenuhi standar sebagai operator komputer sehingga secara operasional mampu mengemban amanat sebagai pengguna sistem baru.
d. Analisis Kelayakan Ekonomi
Adapun rancangan biaya sistem yang baru pada SMA PIRI 2 Yogyakarta adalah sebagai berikut :
1.) Analisis Teknologi
a.) Kebutuhan Perangkat Lunak
b.) Kebutuhan Perangkat Keras
c.) Kebutuhan Teknisi (Brainware)
Faktor yang tidak kalah penting dari pengembangan sistem adalah perangkat manusia, oleh sebab itu diperlukan sumber daya manusia yang benar-benar mengerti dan paham tentang komputer dan tentu saja dapat mengoperasikan program aplikasi tersebut. Oleh karena itu, perlu diadakan pelatihan terhadap perangkat manusia yang akan menggunakan sistem baru tersebut nantinya.
2.) Analisis Biaya dan Manfaat
Agar sistem dapat berjalan dengan baik tentunya tak lepas dari biaya untuk penerapan pengembangan sistem tersebut.
Adapun metode untuk melakukan analisis biaya dan manfaat adalah sebagai berikut :
a. Metode Period Pengembalian (payback period)
Metode period pengembalian merupakan metode yang menilai proyek investasi dengan dasar lamanya investasi tersebut dapat tertutup dengan aliran-aliran kas masuk.
b. Metode pengembalian investasi (return on investment)
Metode ini digunakan untuk mengukur prosentase manfaat yang dihasilkan oleh proyek dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan.
c. Metode nilai bersih sekarang (net present value)
Metode NPV menggunakan metode yang memperhatikan nilai waktu dari uang. Dengan menggunakan suku bunga diskonto yang akan mempengaruhi proceed atau arus dari uangnya. Net Present Value (NPV) dapat dihitung dari selisih nilai proyek pada awal tahun dikurangi dengan total proceed tiaptiap tahun yang dinilai-uangkan ke tahun awal dengan tingkat bunga diskonto.
Hasil perhitungan diatas yang menggunakan ketiga metode tersebut diatas tercantum dalam tabel berikut ini :
3.2 Perancangan Sistem
3.2.1 Data Flow Diagram
DFD adalah suatu model logika atau proses yang dibuat untuk menggambarkan darimana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dengan proses yang dikenakan pada data tersebut.
3.2.2 Diagram Alir Data Level 1
Diagram alir data level 1 merupakan turunan dari diagram alir data level 0 yang menggambarkan aliran data dan detail proses-proses yang akan diintegrasikan ke dalam sistem. Diagram alir data level 1 pada gambar 3.2
3.2.3 Entity Relationship Diagram (ERD)
Entitas yang terlibat dalam sistem informasi pembayaran antara lain: siswa, jenis bayar/setup, pembayaran, tahun ajaran. Pada hubungan kardinalitas antar entitas tersebut mempunyai hubungan derajat relasi satu ke banyak, sehingga hubungan entitas dapat digambarkan sebagai berikut :
3.3 Perancangan Database
Setelah perancangan tahapan-tahapan normalisasi maka dilakukan perancangan database. Perancangan database yang dilakukan bertujuan untuk merancang struktur tabel sebagai informasi yang berfungsi untuk input dan output data, adapun perancangan database dalam Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Pembayaran SPP sekolah pada SMA PIRI 2 Yogyakarta adalah sebagai berikut:
3.3.1 Tabel Siswa
Mencatat dan menyimpan data siswa
3.3.2 Tabel Tahun Ajaran
Mencatat dan menyimpan data-data tahun ajaran
3.3.3 Tabel Siswa Kelas
Mencatat dan menyimpan penempatan siswa ke kelas
3.3.4 Tabel Kelas
Mencatat dan menyimpan data kelas
3.3.5 Tabel Petugas
Mencatat dan menyimpan password yang akan digunakan untuk masuk ke sistem
3.3.6 Tabel Pembayaran
Mencatat dan menyimpan data-data pembayaran
3.3.7 Tabel SPPIuran
Mencatat dan menyimpan data acuan pembayaran SPP dan Iuran
4. Implementasi Sistem
Aplikasi Sistem Informasi Pembayaran SPP dan Iuran SMU PIRI 2 Yogyakarta merupakan sebuah aplikasi perangkat lunak komputer yang dibangun dan dikembangkan dalam rangka memudahkan user dalam melaksanakan kegiatan
pengelolaan data pembayaran spp dan iuran sekolah. Aplikasi Sistem Informasi Pembayaran SPP dan Iuran SMU PIRI 2 Yogyakarta akan membuka form utama aplikasi ketika pertama kali dijalankan, sebagaimana yang ditunjukkan oleh Gambar 4.1
Untuk mengelola data siswa pilih menu Data Siswa sehingga akan muncul form anggota seperti gambar 4.2
Menu Setting SPP berguna untuk menentukan besaran SPP dan Iuran yang harus dibayar oleh siswa secara khusus sesuai dengan kelas dan angkatannya. Form untuk mencatat besaran SPP dan Iuran ada pada gambar 4.3
4.1 Menu Pembayaran
4.1.1. Sub Menu Iuran
Menu Data Kelas mempunyai sub menu Iuran dan SPP. Menu pembayaran Iuran adalah sebagai berikut.
4.1.2. Sub Menu SPP
Form input data SPP digunakan untuk mengelola data SPPsiswa. Tampilan form ini terlihat pada gambar 4.5
4.2 Menu Laporan
Menu Laporan digunakan untuk menampilkan laporan pembayaran SPP dan iuran siswa.
1. Laporan Semua Pembayaran Iuran Siswa
2. Laporan Semua Pembayaran SPP
3. Laporan Semua Tunggakan SPP
Tampilan laporan terlihat pada gambar 4.6 berikut:
5. Penutup
5.1 Kesimpulan
Penelitian telah menghasilkan aplikasi untuk Aplikasi Sistem Informasi Pembayaran SPP dan Iuran SMU PIRI 2 Yogyakarta. Aplikasi terebut telah terealisasi dan dapat berjalan sebagaimana kebutuhan sistem. Secara umum sistem baru telah berhasil mengoptimalkan sistem komputer yang ada dalam proses pembayaran iuran sekolah sehingga dapat mengelola data dengan baik, untuk menghasilkan informasi yang efektif dan efisien. Sistem aplikasi yang dibangun dapat memberikan keluaran berupa laporan pembayaran SPP dan laporan tunggakan SPP dalam kurun waktu tertentu.
5.2 Saran
Sebagai saran penelitian adalah hendaknya aplikasi dikembangkan untuk lebih dinamis misalnya untuk pengelolaan keuangan SMU yang lainnya. Aplikasi dilengkapi dengan setup user sistem sehingga tidak hanya satu user saja yang dapat menggunakannya. Laporan yang dihasilkan dapat ditampilkan sesuai periode tertentu misalnya per bulan atau per tahun.
DAFTAR PUSTAKA
Hartono, Jogiyanto. 1999. Analisis dan Desain Sistem Informasi, Andi Offset Yogyakarta.
Hartono, Jogiyanto. 2009. Sistem Teknologi Informasi – Edisi III. Andi Offset Yogyakarta.
Kristanto, Harianto. (1994). Konsep dan Perancangan Database. Yogyakarta:Andi Offset
Mc Leod, Raymond, 1997, Sistem Informasi Manajemen, Prentice Hall, Jakarta Tavri D. Mahyuzir, Analisa dan Perancangan Sistem : Pengelolaan Data. Jakarta : PT Elex Media Komputindo
Firdaus. 2006, 7 Jam Belajar Interaktif Visual Basic 6.0 Untuk Orang Awam, Maxikom, Palembang
Kadir A., 2008, Pengenalan Sistem Informasi, Andi Ofset, Yogyakarta
Kadir A., 2003, Konsep dan Tuntunan Praktis Basis Data, Penerbit Andi, Yogyakarta
Fathansyah, 1999, Basis Data, Informatika, Bandung 17
http://siadarijurnal.blogspot.co.id/2015/04/contoh-jurnal-analisis-dan-perancangan.html
Minggu, 27 September 2015
ARTIKEL LEPAS: PERAN BAHASA INDONESIA
a. Peranan Bahasa Indonesia dalam kaitannya dengan jurusan Sistem Informasi
Peranan Bahasa Indonesia dalam Negara kita sangat lah penting. Penggunaannya adalah sebagai alat komunikasi antar individu untuk saling berkomunikasi. Sedangkan dalam jurusan Sistem Informasi sangatlah penting, antara lain untuk komunikasi. . Tanpa adanya bahasa mungkin kita tidak dapat berkomunikasi atau berinteraksi dengan individu lainnya dan tidak dapat memberikan informasi.
Bahasa
Bahasa merupakan alat komunikasi antara yang satu dengan yang lain. Dengan bahasa semua hal dapat dimengerti maksud dan tujuan tertentu. Selain itu bahasa juga digunakan untuk menyampaikan sesuatu hal, gagasan (pendapat), ide kepada orang lain agar bisa memahami apa yang kita inginkan. Menurut Sunaryo : tanpa adanya bahasa, IPTEK tidak dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu bahasa Indonesia di dalam struktur budaya memiliki fungsi sebagai sarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa adanya peran bahasa, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang.
Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah sekolompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu.
Informasi
Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Hal ini dapat dicatat sebagai tanda-tanda, atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang.
Selain itu informasi dapat diartikan sebagai pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan.
Sistem Informasi
Sistem informasi yaitu suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan, di mana sistem tersebut merupakan kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang tergorganisasi.
Sistem informasi jg mempunyai pengertian lain yaitu gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.
b. Fungsi-fungsi Bahasa Indonesia
Secara umum fungsi bahsa sebagai alat komunikasi: lisan maupun tulis
Menurut : Santoso, dkk. (2004) berpendapat bahwa bahasa sebagai alat komunikasi memiliki fungsi sebagai berikut:
- Fungsi informasi
- Fungsi ekspresi diri
- Fungsi adaptasi dan integrasi
- Fungsi kontrol social
Menurut Hallyday (1992) Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi untuk keperluan:
• Fungsi instrumental, bahasa digunakan untuk memperoleh sesuatu
• Fungsi regulatoris, bahasa digunakann untuk mengendalikan prilaku orang lain
• Fungsi intraksional, bahasa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
• Fungsi personal, bahasa dapat digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
• Fungsi heuristik, bahasa dapat digunakan untuk belajar dan menemukan sesuatu
• Fungsi imajinatif, bahasa dapat difungsikan untuk menciptakan dunia imajinasi
• Fungsi representasional, bahasa difungsikan untuk menyampaikan informasi
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional mempunyai fungsi khusus, yaitu:
- Bahasa resmi kenegaraan
- Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
- Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah
- Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi
Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara mempunyai fungsi:
• Bahasa resmi kenegaraan
• Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
• Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah
• Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi
Bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, sehingga perlu dibakukan atau distandarkan.
- Ejaan Van Ophuijen (1901)
- Ejaan Soewandi (1947)
- Ejaan yang Disempurnakan (EYD, tahun 1972)
- Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Istilah (1975)
- Kamus besar Bahasa Indonesia, dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (1988)
Bahasa Indonesia memiliki fungsi-fungsi yang dimiliki oleh bahasa baku, yaitu:
• Fungsi pemersatu, bahasa Indonesia memersatukan suku bangsa yang berlatar budaya dan bahasa yang berbeda-beda
• Fungsi pemberi kekhasan, bahasa baku memperbedakan bahasa itu dengan bahasa yang lain
• Fungsi penambah kewibawaan, bagi orang yang mahir berbahasa indonesia dengan baik dan benar
• Fungsi sebagai kerangka acuan, bahasa baku merupakan norma dan kaidah yang menjadi tolok ukur yang disepakati bersama untuk menilai ketepatan penggunaan bahasa atau ragam bahasa
c. Perkembangan Bahasa Indonesiaa dan IPTEK(Ilmu Pengetahuan dan Teknologi)
Bahasa dan masyarakat adalah dua hal yang saling berpengaruh. Apabila suatu masyarakat berkembang dengan baik, maka bahasapun akan berkembang dengan baik, karena bahasa merupakan budaya dari masyarakat.
Secara khusus, bahasa juga akan berkembang sesuai dengan kegunaannya bahasa indonesia yang dipergunakan dalam dalam pergaulan sehari-hari tentulah berbeda dengan bahasa tulis, terutama bahasa tulis yang karya ilmiah. Bahasa dalam pergaulan sehari-hari tidak dituntut suatu aturan bahasa yang rerlalu ketat, tetapi bahasa yang digunakan untuk menguraikan ilmu pengatahuan dan teknonlogi harus memenuhi tuntutan bahasa ilmiah. Maka dari itu tulisan atau karangan yang memuat suatu penelahan suatu ilmu pengatahuan dan teknologi disebut dengan karangan ilmiah atau karya ilmiah. Karya ilmia inilah yang dapat membawa mesyarakat pemakainya maju dan berkembang.
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi sebagai indikator perkembangan suatu bangsa, maka bahasa merupakan suatu wahana penyampaian ilmu pegatahuan dan teknonlogi kepada masyarakat, juga dapat dipergunakan sebagai tolak ukur kecanggian bahasa dan pemakainya. Masyarakat yang dapat menggunakan bahasa dengan ciri-ciri tertentu dalam pemasyarakatan ilmu pengatahuan dan teknologi merupakan masyarakat moderen dan canggih. Selanjutnya, apabila bahasa yang baik dan benar digunakan secara terus-menerus di dalam pemasyarakatan ilmu pengatahuan dan teknologi pastilah penggunaan bahasa yang demikian akan menjalar pengaruhnya pada penggunaan bahasa sehari-hari.
Bahasa Indonesia dalam IPTEK
Dalam ilmu pengatahuan dan teknologi, bahasa berfungsi sebgai wahana untuk menyampaikan imformasi dengan cepat dan sekecil-kecilnya. Untuk itu penuturan ilmu pengatahuan dan teknokogi kepada masyarakat hendaklah menggunakan bahasa ilmiah. Dan persyaratan penuturan karangan ilmiah kurang lebih sebagai berikut:
1. Ringkas
Bahasa ilmu pengatahuan dan teknologi mengharuskan uraian yang padat, tetapi tidak dengan memendekkan atau menggunakan akronim, lebih-lebih yang tidak dikenal umum.
2. Lengkap
Bahasa ilmu pengatahuan dan teknologi tidak membiarkan pembaca bertanya-tanya tentang maksud suatu pernyataan. Sebaliknya, yang sudah nyata atau tidak perlu diulang-ulang atau 5 tekanan khusus. Semua data yang perlu haruslah ada. Sedangkan yang berlebih-lebihan haruslah ditinggalkan.
3. Sederhana
Ditandai dengan kosakata yang tidak bermuluk-muluk dan sintaksis yang tidak berbelit-belit.
4. Keutuhan dan Unity
Yang dapat dilihat dari hubungan yang baik dan logis antara bagian-bagian karangan , sehingga keseluruhan hubungan yang baik dan logis itu tetap tanpak. Misalnya, dilihat dari salah satu paragraf merupakan salah satu dari karangan itu, akan tanpak adanya hubungan antara kalimat yang satu dan yang lain yang keseluruhannya berkaitan erat dengan kalimat topik paragraf itu.
5. Keruntutan atau Coherence
Adanya keterpautan makna di dalam suatu karya tulis. Keterpautan makna ini dapat dicapai dengan menyusun kalimat-kalimat logis dan kronologis serta berdasarkan urutan pentingnya kalimat. Kalimat yang satu dapat diperjelas dengan makna kalimat yang lain, baik yang mendahului maupun yang mengikutinya. Keruntutan juga ditentukan oleh keterpautan gramatikan cohesion, yang dapat dilihat dengan adanya pemarkah yang menandai bahwa kalimat yang satu bertautan dengan kalimat yang lain. Sebagai contoh, apabila kalimat memiliki hubungan sebab akibat, maka kata penghubung yang cocok untuk menghbungkan kalimat itu adalah karena, oleh karena itu, sebab. Demikian juga, apabila hubungan itu menunjukkan pertentangan atau kebalikan, maka kata penghubung yang cocok adalah tetapi, namun, sebaliknya, dan lain-lain.
6. Tidak menggunakan Implikatur
Suatu hal baru diterangkan sejelas mngkin tanpa menggunkan implikasi seperti yang banyak terdapat dalam bahasa lisan sehari-hari.
7. Inferensi
Mungkin dibuat oleh pembaca diarahkan oleh penulis, sehingga memungkinkan adanya interpretasi yang sama bagi para pembaca.
8. Sebaliknya disediakan ringkasan isi agar terdapat kesesuaian antara penulis dan pembaca.
9. Presoposisi yang diciptakan disesuaikan dengan tingkat pengatahuan pembaca.
10. Ketelitian
Merupakan ciri khas ilmu pengatahuan dan teknologi. Ciri ini kita temukan pula dalam pengungkapan profesional, artinya penuturan dengan kata. Ketelitian tidak hanya menyangkut hal yang besar, tetapi hal yang kecil pun harus diperhatikan. Ketelitian dalam ilmu pengatahuan dan teknologi menyangkut penggunaan data, penerapan rumus, penerapan nama orang, nama tempat, dan nama alat, bahkan ejaan dan tanda baca. Ketelitian dalam pemakaian lambang dan satuan.
Referensi:
http://ghembiel09.blogspot.com/2010/11/peranan-bahasa-indonesia-dalam.html
http://npermana.mhs.uksw.edu/2012/11/pengertian-sistem-informasi.html
NoviResmini,S.Pd.-UPI
http://nui-duniamahasiswa.blogspot.com/2012/05/peranan-bahasa-indonesia-dalam.html
http://hafizhhidayat.blogspot.co.id/2015/09/artikel-lepas-peranan-bahasa-indonesia.html
: NoviResmini,S.Pd.-UPI
http://blog-kuliah.blogspot.co.id/2012/12/fungsi-bahasa-indonesia.html
Chomsky, N. 1986. Knowledge of Laguage: Its Native, Origin and Used. New York: Preager.
https://badriyadi.wordpress.com/artikel-bahasa/bahasa-dan-iptek/
Kamis, 06 November 2014
KONFLIK
1. Jenis dan Sumber Konflik
Pengertian Konflik
Menurut kamus besar bahasa Indonesia konflik adalah percekcokkan, perselisihan, pertentangan. Konflik berasal dari kata kerja bahasa latin yaitu configure yang berarti saling memukul. Secara Sosiologis konflik diartikan sebagai proses social antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.
Jika dilihat definisi secara sosiologis, konflik senantiasa ada dalam kehidupan masyarakat sehingga konflik tidak dapat dihilangkan tetapi hanya dapat diminimalkan.
Beberapa Faktor Penyebab Konflik
Perbedaan individu yang didasari oleh perbedaan pendirian dan perbedaan perasaan. Setiap manusia memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda, sehingga dalam menilai sesuatu tentu memiliki penilaian yang berbeda-beda. Misalnya masyarakat menilai kebijakan pemerintah mengenai menaikkan harga BBM karena harga bahan mentah naik. Tentu setiap masyarakat akan menilai dengan pemikirannya masing-masing yang mungkin secara umum terbagi menjadi kelompok yang pro dan kontra.
Perbedaan kebudayaan sehingga membentuk pribadi yang berbeda
Orang dari kebudayaan berbeda, misalnya orang jawa dengan orang papua yang memiliki budaya berbeda, jelas akan membedakan pola pikir dan kepribadian yang berbeda pula. Jika hal ini tak ada suatu hal yang dapat mempersatukan, akan berakibat timbulnya konflik.
Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok
Manusia merupakan mahkluk yang unik karena satu dengan yang lain relative berbeda. Berbeda pendirian, pemikiran, perilaku, kebiasaan, dsb. Dari perbedaan itu tentu timbul perbedaan kepentingan yang latar belakangnya juga berbeda. Misalnya mengenai masalah pemanfaatan hutan. Para pecinta alam menganggap hutan sebagai bagian dari lingkungan hidup manusia dan habitat dari flora dan fauna. Sedangkan bagi para petani hutan dapat menghambat tumbuhnya jumlah areal persawahan atau perkebunan. Bagi para pengusaha kayu tentu ini menjadi komoditas yang menguntungkan. Dari kasus ini ada pihak – pihak yang memiliki kepentingan yang saling bertentangan, sehingga dapat berakibat timbulnya konflik.
Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat
Perubahan merupakan suatu hal yang wajar didalam kehidupan bermasyarakat. Tetapi perubahan yang sangat cepat akan memicu timbulnya konflik. Misalnya masyarakat pedesaan yang secara umum matapencariannya bertani yang hidupnya bergotong-royong dengan jadwal waktu yang relative tidak mengikat, kemudian tumbuh suatu industry dengan waktu yang relative cepat dengan kebiasaan cenderung individualis, disiplin kerja dan waktu kerja ditentukan, yang secara umum mengubah nilai-nilai masyarakat desa tadi, tentu akan menimbulkan konflik berupa penolakan diadakannya industry di wilayah itu.
Akibat-akibat dari konflik.
Konflik dapat baik dan tidak baik. Konflik berakibat tidak baik seperti :
- Menghambat komunikasi, karena pihak-pihak yang berkonflik cenderung tidak berkomunikasi
- Menghambat keeratan hubungan.
Karena komunikasi relative tidak ada, maka akan mengancam hubungan pihak-pihak yang berkonflik.
- Mengganggu kerja sama.
- Hubungan yang tidak terjalin baik, bagaimana mungkin terjadi kerjasama yang baik.
- Mengganggu proses produksi,bahkan menurunkan produksi.
- Kerja sama yang kurang baik, maka produktifitas pun rendah.
- Menimbulkan ketidakpuasan terhadap pekerjaan.
Karena produktifitas rendah, timbullah ketidakpuasan terhadap pekerjaan.
Yang kemudian berakibat pada individu mengalami tekanan, mengganggu konsentrasi, menimbulkan kecemasan, mangkir, menarik diri, frustasi dan apatisme.
Konflik berakibat baik seperti:
- Membuat suatu organisasi hidup, bila pihak-pihak yang berkonflik memiliki kesepakatan untuk mencari jalan keluarnya.
- Berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan merupakan salah satu akibat dari konflik, yang tujuannya tentu meminimalkan konflik yang akan terjadi dikemudian hari.
- Melakukan adaptasi, sehingga dapat terjadi perubahan dan perbaikan dalam system serta prosedur, mekanisme, program, bahkan tujuan organisasi.
- Memunculkan keputusan-keputusan yang inovatif.
- Memunculkan persepsi yang lebih kritis terhadap perbedaan pendapat.
Sedangkan menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel jenis-jenis konflik terbagi atas :
- Konflik intrapersonal.
Konflik intrapersonal adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik ini terjadi pada saat yang bersamaan memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.
- Konflik interpersonal.
Konflik ini adalah konflik seseorang dengan orang lainnya karena memiliki perbedaan keinginan dan tujuan.
- Konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok, Hal ini sering kali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas yang ditekankan pada kelompok kerja mereka . Sebagai contoh seorang individu dapat dikenai hukuman karena tidak memenuhi norma-norma yang ada.Konflik interorganisasi.
- Konflik antar grup dalam suatu organisasi adalah suatu yang biasa terjadi, yang tentu menimbulkan kesulitan dalam koordinasi dan integrasi dalam kegiatan yang menyangkut tugas-tugas dan pekerjaan. Karena hal ini tak selalu bisa dihindari maka perlu adanya pengaturan agar kolaborasi tetap terjaga dan menghindari disfungsional.
Cara-Cara Mengatasi Konflik
Mengatasi konflik antara pihak-pihak yang bertikai tergantung pada kemauan pihak-pihak yang berkonflik untuk menyelesaikan masalah. Selain itu juga peran aktif dari pihak luar yang menginginkan redanya konflik. Berikut adalah cara-cara untuk mengatasi konflik yang telah terjadi :
- Rujuk
merupakan usaha pendekatan demi terjalinnya hubungan kerjasama yang lebih baik demi kepentingan bersama pula.
- Persuasi
mengubah posisi pihak lain, dengan menunjukan kerugian yang mungkin timbul, dan bukti factual serta dengan menunjukkan bahwa usul kita menguntungkan dan konsisten dengan norma dan standar keadilan yang berlaku.
- Tawar-menawar
Suatu penyelesaian yang dapat diterima oleh kedua belah pihak dengan mempertukarkan kesepakatan yang dapat diterima.
- Pemecahan masalah terpadu
Usaha pemecahan masalah dengan memadukan kebutuhan kedua belah pihak. Proses pertukaran informasi, fakta, perasaan, dan kebutuhan berlangsung secara terbuka dan jujur. Menimbulkan rasa saling percaya dengan merumuskan alternative pemecahan secara bersama dengan keuntungan yang berimbang bagi kedua pihak.
- Penarikan diri
Cara menyelesaikan masalah dengan cara salah satu pihak yang bertikai menarik diri dari hubungan dengan pihak lawan konflik. Penyelesaian ini sangat efisien bila pihak-pihak yang bertikai tidak ada hubungan. Bila pihak-pihak yang bertikai saling berhubungan dan melengkapi satu sama lain, tentu cara ini tidak dapat dilakukan untuk menyelesaikan konflik.
Pemaksaan dan penekanan
Cara menyelesaikan konflik dengan cara memaksa pihak lain untuk menyerah. Cara ini dapat dilakukan apabila pihak yang berkonflik memiliki wewenang yang lebih tinggi dari pihak lainnya. Tetapi bila tidak begitu cara-cara seperti intimidasi, ancaman, dsb yang akan dilakukan dan tentu pihak yang lain akan mengalah secara terpaksa.
Beberapa bentuk konflik berikut ini :
Berdasarkan sifatnya
Berdasarkan sifatnya, konflik dapat dibedakan menjadi konflik destruktuif dan konflik konstruktif
1. Konflik Destruktif
Merupakan konflik yang muncul karena adanya perasaan tidak senang, rasa benci dan dendam dari seseorang ataupun kelompok terhadap pihak lain. Pada konflik ini terjadi bentrokan-bentrokan fisik yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan harta benda seperti konflik Poso, Ambon, Kupang, Sambas, dan lain sebagainya.
2. Konflik Konstruktif
Merupakan konflik yang bersifat fungsional, konflik ini muncul karena adanya perbedaan pendapat dari kelompok-kelompok dalam menghadapi suatu permasalahan. Konflik ini akan menghasilkan suatu konsensus dari berbagai pendapat tersebut dan menghasilkan suatu perbaikan. Misalnya perbedaan pendapat dalam sebuah organisasi.
b. Berdasarkan Posisi Pelaku yang Berkonflik
1. Konflik Vertikal
Merupakan konflik antarkomponen masyarakat di dalam satu struktur yang memiliki hierarki. Contohnya, konflik yang terjadi antara atasan dengan bawahan dalam sebuah kantor.
2. Konflik Horizontal
Merupakan konflik yang terjadi antara individu atau kelompok yang memiliki kedudukan yang relatif sama. Contohnya konflik yang terjadi antarorganisasi massa.
3. Konflik Diagonal
Merupakan konflik yang terjadi karena adanya ketidakadilan alokasi sumber daya ke seluruh organisasi sehingga menimbulkan pertentangan yang ekstrim. Contohnya konflik yang terjadi di Aceh.
c. Berdasarkan Sifat Pelaku yang Berkonflik
1. Konflik Terbuka
Merupakan konflik yang diketahui oleh semua pihak. Contohnya konflik Palestina dengan Israel.
2. Konflik Tertutup
Merupakan konflik yang hanya diketahui oleh orang-orang atau kelompok yang terlibat konflik.
d. Berdasarkan Konsentrasi Aktivitas Manusia di Dalam Masyarakat
1. Konflik Sosial
Merupakan konflik yang terjadi akibat adanya perbedaan kepentingan sosial dari pihak yang berkonflik. Konflik sosial ini dapat dibedakan menjadi konflik sosial vertikal dan konflik sosial horizontal. Konflik ini seringkali terjadi karena adanya provokasi dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
§ Konflik Sosial Vertikal
Yaitu konflik yang terjadi antara masyarakat dan negara. Contohnya kemarahan massa yang berujung pada peristiwa Trisakti (12 Mei 1998)
§ Konflik Sosial Horizontal
Yaitu konflik yang terjadi antaretnis, suku, golongan, atau antarkelompok masyarakat. contohnya konflik yang terjadi di Ambon.
2. Konflik Politik
Merupakan konflik yang terjadi karena adanya perbedaan kepentingan yang berkaitan dengan kekuasaan. Contohnya konflik yang terjadi antarpendukung suatu parpol.
3. Konflik Ekonomi
Merupakan konflik akibat adanya perebutan sumber daya ekonomi dari pihak yang berkonflik. Contohnya konflik antar pengusahaketika melakukan tender.
4. Konflik Budaya
Merupakan konflik yang terjadi karena adanya perbedaan kepentingan budaya dari pihak yang berkonflik. Contohnya adanya perbedaan pendapat antarkelompok dalam menafsirkan RUU antipornografi dan pornoaksi.
5. Konflik Ideologi
Konflik akibat adanya perbedaan paham yang diyakini oleh seseorang atau sekelompok orang. contohnya konflik yang terjadi pada saat G 30 S/PKI
e. Berdasarkan Ciri Pengelolaannya
1. Konflik anterindividu
Merupakan tipe yang paling erat kaitannya dengan emosi individu hingga tingkat keresahan yang paling tinggi. Konflik dapat muncul dari dua penyebab, yaitu karena kelebihan beban atau karena ketidaksesuaian seseorang dalam melaksanakan peranan. Dalam kondisi pertama seseorang mendapat beban berlebihan akibat status yang dimiliki, sedang dalam kondisi yang kedua seseorang memang tidak memiliki kesesuaian yang cukup untuk melaksanakan peranan sesuai dengan statusnya. Perspektif konflik interindividu mencakup tiga macam situasi alternatif berikut :
§ Konflik pendekatan-pendekatan; seseorang harus memilih diantara dua buah alternatif behavoir yang sama-sama atraktif.
§ Konflik ,enghindari-menghindari; seseorang dipaksa untuk memilih antara tujuan-tujuan yang sama-sama tidak atraktif dan tidak diinginkan.
§ Konflik pendekatan-menghindari multipel; seseorang menghadapi kemungkinan pilihan kombinasi multipel.
2. Konflik antarindividu
Merupakan konflik yang terjadi anatr seseorang dengan satu orang atau lebih, sifatnya kadang-kadang substantif, menyangkut perbedaan gagasan, pendapat, kepentingan, atau bersifat emosional, menyangkut perbedaan selera, dan perasaan like/ dislike. Setiap orang pernah mengalami situasi konflik semacam ini, ia bnayak mewarnai tipe-tipe konflik kelompok maupun konflik organisasi. Karena konflik tipe ini berbentuk konfrontasi dengan seseorang atau lebih, maka konflik antar individu ini juga merupakan target yang perlu dikelola secara baik.
3. Konflik Antarkelompok
Merupakan konflik yang banyak dijumpai dalam kenyataan hidup manusia sebagai makhluk sosial, karena mereka hidp dalam kelompok-kelompok. contohnya, konflik antar kampung.
Dibawah ini merupakan bentuk-bentuk konflik lainnya menurut beberapa tokoh :
Soerjono Soekanto menyebutkan ada lima bentuk khusus konflik yang terjadi dalam masyarakat. Kelima bentuk itu adalah konflik pribadi, konflik politik, konflik sosial, konflik antarkelas sosial, dan konflik yang bersifat internasional.
1. Konflik pribadi, yaitu konflik yang terjadi di antara orang perorangan karena masalah-masalah pribadi atau perbedaan pandangan antarpribadi dalam menyikapi suatu hal. Misalnya individu yang terlibat utang, atau masalah pembagian warisan dalam keluarga.
2. Konflik politik, yaitu konflik yang terjadi akibat kepentingan atau tujuan politis yang berbeda antara seseorang atau kelompok. Seperti perbedaan pandangan antarpartai politik karena perbedaan ideologi, asas perjuangan, dan cita-cita politik masing-masing. Misalnya bentrokan antarpartai politik pada saat kampanye.
3. Konflik rasial, yaitu konflik yang terjadi di antara kelompok ras yang berbeda karena adanya kepentingan dan kebudayaan yang saling bertabrakan. Misalnya konflik antara orang-orang kulit hitam dengan kulit putih akibat diskriminasi ras (rasialisme) di Amerika Serikat dan Afrika Selatan.
4. Konflik antarkelas sosial, yaitu konflik yang muncul karena adanya perbedaan-perbedaan kepentingan di antara kelaskelas yang ada di masyarakat. Misalnya konflik antara buruh dengan pimpinan dalam sebuah perusahaan yang menuntut kenaikan upah.
5. Konflik yang bersifat internasional, yaitu konflik yang melibatkan beberapa kelompok negara (blok) karena perbedaan kepentingan masing-masing. Misalnya konflik antara negara Irak dan Amerika Serikat yang melibatkan beberapa negara besar.
Sementara itu, Ralf Dahrendorf mengatakan bahwa konflik dapat dibedakan atas empat macam, yaitu sebagai berikut :
1. Konflik antara atau yang terjadi dalam peranan sosial, atau biasa disebut dengan konflik peran. Konflik peran adalah suatu keadaan di mana individu menghadapi harapanharapan yang berlawanan dari bermacam-macam peranan yang dimilikinya.
2. Konflik antara kelompok-kelompok sosial.
3. Konflik antara kelompok-kelompok yang terorganisir dan tidak terorganisir.
4. Konflik antara satuan nasional, seperti antarpartai politik, antarnegara, atau organisasi internasional.
Sedangkan Lewis A. Coser membedakan konflik atas bentuk dan tempat terjadinya konflik.
1. Konflik Berdasarkan Bentuk
Berdasarkan bentuknya, kita mengenal konflik realistis dan konflik nonrealistis.
a. Konflik realistis adalah konflik yang berasal dari kekecewaan individu atau kelompok atas tuntutan-tuntutan maupun perkiraan-perkiraan keuntungan yang terjadi dalam hubungan-hubungan sosial. Misalnya beberapa orang karyawan melakukan aksi mogok kerja karena tidak sepakat dengan kebijakan yang telah dibuat oleh perusahaan.
b. Konflik nonrealistis adalah konflik yang bukan berasal dari tujuan-tujuan saingan yang bertentangan, tetapi dari kebutuhan untuk meredakan ketegangan, paling tidak dari salah satu pihak. Misalnya penggunaan jasa ilmu gaib atau dukun dalam usaha untuk membalas dendam atas perlakuan yang membuat seseorang turun pangkat pada suatu perusahaan.
2. Konflik Berdasarkan Tempat Terjadinya
Berdasarkan tempat terjadinya, kita mengenal konflik in-group dan konflik out-group.
a. Konflik in-group adalah konflik yang terjadi dalam kelompok atau masyarakat sendiri. Misalnya pertentangan karena permasalahan di dalam masyarakat itu sendiri sampai menimbulkan pertentangan dan permusuhan antaranggota dalam masyarakat itu.
b. Konflik out-group adalah konflik yang terjadi antara suatu kelompok atau masyarakat dengan suatu kelompok atau masyarakat lain. Misalnya konflik yang terjadi antara masyarakat desa A dengan masyarakat desa B.
Masih ada lagi ahli sosiologi yang memberikan klasifikasi mengenai bentuk-bentuk konflik yang terjadi dalam masyarakat, yaituUrsula Lehr. Ursula Lehr membagi konflik dari sudut pandang psikologi sosial. Menurutnya, apabila dilihat dari sudut pandang psikologi sosial, maka konflik itu dapat dibedakan atas konflik dengan orang tua sendiri, konflik dengan anak-anak sendiri, konflik dengan sanak saudara, konflik dengan orang lain, konflik dengan suami atau istri, konflik di sekolah, konflik dalam pekerjaan, konflik dalam agama, dan konflik pribadi. Perhatikan bagan berikut ini :
Konflik dengan orang tua sendiri, terjadi akibat situasi hidup bersama antara anak dan orang tua, di mana antara perbuatan anak dengan keinginan orang tua terkadang tidak sejalan. Contohnya anak yang tidak mengikuti kehendak ibunya untuk masuk jurusan Ilmu Alam pada kelas XI ini, dan dia lebih memilih masuk jurusan Ilmu Sosial, karena bakat dan minatnya menunjukkan ke Ilmu Sosial.
Konflik dengan anak-anak sendiri, terjadi sebagai reaksi atas perilaku anak yang tidak sejalan dengan keinginan orangtuanya. Pada umumnya orang tua akan memberikan tanggapan secara berlebihan atas perlawanan yang dilakukan si anak. Misalnya dengan menghukum dan mengurangi hakhak si anak. Apabila anak memberikan reaksi negative terhadap tanggapan tersebut, maka terjadilah konflik antara orang tua dengan anak.
Konflik dengan sanak keluarga, dapat terjadi dalam seluruh perkembangan seseorang. Dalam konflik bentuk ini, seseorang akan mengalami konflik dalam rentang masa sesuai dengan usia dan tingkatan kehidupannya. Misalnya, di waktu kanak-kanak atau masa remaja, biasanya konflik terjadi dengan keluarga terdekat, seperti dengan orang tua atau saudara kandung. Begitu menginjak masa perkawinan dan keluarga, konflik akan meluas dan melibatkan keluarga dari istri atau suami.
Konflik dengan orang lain, muncul dalam hubungan social dengan lingkungan sekitarnya, seperti tetangga, teman kerja, teman sekolah atau yang lainnya.
Konflik dengan suami atau istri, umumnya timbul sebagai akibat adanya kesulitan yang dihadapi dalam perkawinan atau rumah tangga. Misalnya masalah keuangan, pembagian tugas mengatur rumah tangga, dan lain sebagainya.
Konflik di sekolah, umumnya terjadi akibat tidak dapat mengikuti pelajaran, tidak lulus sekolah, konflik yang terjadi karena hubungan yang tidak harmonis antara guru dengan murid, dan lain sebagainya.
Konflik dalam pekerjaan, timbul karena pekerjaan itu sendiri, seperti membosankan atau terlalu berat. Atau bisa juga karena terjadi konflik dengan teman sekerja, pimpinan, dan lain sebagainya.
Konflik dalam agama, umumnya berhubungan dengan perilaku-perilaku, hakikat, dan tujuan hidup menurut kaidah-kaidah agama. Misalnya perilaku-perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran-ajaran agama seperti memfitnah, berdusta, mencuri, dan lain-lain.
Konflik pribadi, dapat muncul karena minat yang berlawanan, tidak ada keuletan, atau tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri.
2.
STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK
Pendekatan penye. lesaian konflik oleh pemimpin dikategorikan dalam dua dimensi ialah kerjasama/tidak kerjasama dan tegas/tidak tegas. Dengan menggunakan kedua macam dimensi tersebut ada 5 macam pendekatan penyelesaian konflik ialah :
1. Kompetisi
Penyelesaian konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain. Penyelesaian bentuk kompetisi dikenal dengan istilah win-lose orientation.
2. Akomodasi
Penyelesaian konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan cermin yang memberikan keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik perdamaian.
3. Sharing
Suatu pendekatan penyelesaian kompromistis antara dominasi kelompok dan kelompok damai. Satu pihak memberi dan yang lkain menerima sesuatu. Kedua kelompok berpikiran moderat, tidak lengkap, tetapi memuaskan.
4. Kolaborasi
Bentuk usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah pendekatan pemecahan problem (problem-solving approach) yang memerlukan integrasi dari kedua pihak.
5. Penghindaran
Menyangkut ketidakpedulian dari kedua kelompok. Keadaaan ini menggambarkan penarikan kepentingan atau mengacuhkan kepentingan kelompok lain.
3. Pengertian komunikasi, unsur-unsur, dan hambatan serta klasifikasi komunikasi.
Pengertian Komunikasi
Pasti semua orang butuh dan pernah tau yang namanya komunikasi, jadi Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal. Ada beberapa ilmuwan menanfsirkan pengertian komunikasi diantaranya
Onong Uchjana Effendy
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media).
Analisis Pengertian Komunikasi Dan 5 (Lima) Unsur Komunikasi Menurut Harold Lasswell Sat, 10/11/2007 – 6:54pm — Rejals Analisis Definisi Komunikasi Menurut Harold Lasswell.
Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa? mengatakan apa? dengan saluran apa? kepada siapa? dengan akibat atau hasil apa? (who? says what? in which channel? to whom? with what effect?). (Lasswell 1960).
- Raymond Ross
Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.
- Gerald R. Miller
Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk memengaruhi perilaku mereka.
- Everett M. Rogers
Komunikasi adalah proses suatu ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.
- Carl I. Hovland
Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan (biasanya dengan menggunakan lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain.
- New Comb
Komunikasi adalah transmisi informasi yang terdiri dari rangsangan diskriminatif dari sumber kepada penerima.
- Bernard Barelson & Garry A. Steiner
Komunikasi adalah proses transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, grafis, angka, dsb.
- Colin Cherry
Komunikasi adalah proses dimana pihak-pihak saling menggunakan informasi dengan untuk mencapai tujuan bersama dan komunikasi merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan pembangkitan balasannya.
Definisi komunikasi : Menurut Forsdale (1981) seorang ahli pendidikan terutama ilmu komunikasi : Dia menerangkan dalam sebuah kalimat bahwa “communication is the process by which a system is established, maintained and altered by means of shared signals that operate according to rules”. Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu sistem dibentuk, dipelihara, dan diubah dengan tujuan bahwa sinyal-sinyal yang dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai dengan aturan.
Analisis : Komunikasi adalah sebuah cara yang digunakan sehari-hari dalam menyampaikan pesan/rangsangan(stimulus) yang terbentuk melalui sebuah proses yang melibatkan dua orang atau lebih. Dimana satu sama lain memiliki peran dalam membuat pesan, mengubah isi dan makna, merespon pesan/rangsangan tersebut, serta memeliharanya di ruang publik. Dengan tujuan sang “receiver” (komunikan) dapat menerima sinyal-sinyal atau pesan yang dikirimkan oleh “source” (komunikator).
- William J. Seller
William J.Seller mengatakan bahwa komunikasi adalah proses dimana simbol verbal dan nonverbal dikirimkan, diterima dan diberi arti.
Unsur – unsur komunikasi
- Lingkungan komunikasi
Lingkungan (konteks) komunikasi memiliki 3 (tiga) komponen penting yaitu :
Fisik, adalah ruang dimana komunikasi berlangsung yang nyata atau berwujud. Maksudnya adalah komunikasi bersifat nyata dan real sehingga dikatakan mempunyai tampilan fisik, baik berupa suara maupun gerakan-gerakan sebagai tanda.
Sosial-psikoilogis, meliputi, misalnya tata hubungan status di antara mereka yang terlibat, peran yang dijalankan orang, serta aturan budaya masyarakat di mana mereka berkomunikasi. Lingkungan atau konteks ini juga mencakup rasa persahabatan atau permusuhan, formalitas atau informalitas, serius atau senda gurau.
Temporal (waktu), mencakup waktu dalam hitungan jam, hari, atau sejarah dimana komunikasi berlangsung.
Ketiga komponen komuniasi tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya, masing-masing mempengaruhi dan dipengaruhi.
- Enkoding-Dekoding
Dalam ilmu komunikasi kita menamai tindakan menghasilkan pesan (misalnya, berbicara atau menulis) sebagai enkoding (encoding). Dengan menuangkan gagasan-gagasan kita ke dalam gelombang suara atau ke atas selembar kertas, kita menjelmakan gagasan-gagasan tadi ke dalam kode tertentu. Jadi, kita melakukan enkoding.
Kita menamai tindakan menerima pesan (misalnya, mendengarkan atau membaca) sebagai dekoding (decoding). Dengan menerjemahkan gelombang suara atau kata-kata di atas kertas menjadi gagasan, anda menguraikan kode tadi. Jadi, anda melakukan dekoding.
Oleh karenanya kita menamai pembicara atau penulis sebagai enkoder (encoder), dan pendengar atau pembaca sebagai dekoder (decoder). Seperti halnya sumber-penerima, kita menuliskan enkoding-dekoding sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan untuk menegaskan bahwa anda menjalankan fungsi-fungsi ini secara simultan. Ketika anda berbicara (enkoding), anda juga menyerap tanggapan dari pendengar (dekoding).
- Sumber Penerima
Sumber penerima sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan untuk menegaskan bahwa setiap orang yang terlibat dalam komunikasi adalah sumber (komunikator) kaligus penerima (komunikan). Anda mengirimkan pesan ketika anda berbicara, menulis, atau memberikan isyarat tubuh. Anda menerima pesan dengan mendengarkan, membaca, membaui, dan sebagainya.
Tetapi, ketika anda mengirimkan pesan, anda juga menerima pesan. Anda menerima pesan anda sendiri (anda mendengar diri sendiri, merasakan gerakan anda sendiri, dan melihat banyak isyarat tubuh anda sendiri) dan anda menerima pesan dari orang lain (secara visual, melalui pendengaran, atau bahkan melalui rabaan dan penciuman). Ketika anda berbicara dengan orang lain, anda memandangnya untuk mendapatkan tanggapan (untuk mendapatkan dukungan, pengertian, simpati, persetujuan, dan sebagainya). Ketika anda menyerap isyarat-isyarat non-verbal ini, anda menjalankan fungsi penerima.
- Kompetensi Komunikasi
Kompetensi komunikasi mengacu pada kemampuan anda untuk berkomunikasi secara efektif (Spitzberg dan Cupach, 1989). Kompetensi ini mencakup hal-hal seperti pengetahuan tentang peran lingkungan (konteks) dalam mempengaruhi kandungan (content) dan bentuk pesan komunikasi (misalnya, pengetahuan bahwa suatu topik mungkin layak dikomunikasikan kepada pendengar tertentu di lingkungan tertentu, tetapi mungkin tidak layak bagi pendengar dan lingkungan yang lain). Pengetabuan tentang tatacara perilaku nonverbal (misalnya kepatutan sentuhan, suara yang keras, serta kedekatan fisik) juga merupakan bagian dari kompetensi komunikasi.
Dengan meningkatkan kompetensi anda, anda akan mempunyai banyak pilihan berperilaku. Makin banyak anda tahu tentang komunikasi (artinya, makin tinggi kompetensi anda), makin banyak pilihan, yang anda punyai untuk melakukan komunikasi sehari-hari. Proses ini serupa dengan proses mempelajari perbendaharaan kata: Makin banyak kata anda ketahui (artinya, makin tinggi kompetensi perbendaharaan kata anda), makin banyak cara yang anda miliki untuk mengungkapkan diri.
- Feed Back
Umpan balik adalah informasi yang dikirimkan balik ke sumbernya. Umpan balik dapat berasal dari anda sendiri atau dari orang lain. Dalam diagram universal komunikasi tanda panah dari satu sumber-penerima ke sumber-penerima yang lain dalam kedua arah adalah umpan balik. Bila anda menyampaikan pesan misalnya, dengan cara berbicara kepada orang lain anda juga mendengar diri anda sendiri. Artinya, anda menerima umpan balik dari pesan anda sendiri. Anda mendengar apa yang anda katakan, anda merasakan gerakan anda, anda melihat apa yang anda tulis.
Selain umpan balik sendiri ini, anda menerima umpan balik dari orang lain. Umpan balik ini dapat datang dalam berbagai bentuk: Kerutan dahi atau senyuman, anggukan atau gelengan kepala, tepukan di bahu atau tamparan di pipi, semuanya adalah bentuk umpan balik.
- Gangguan
Gangguan (noise) adalah gangguan dalam komunikasi yang mendistorsi pesan. Gangguan menghalangi penerima dalam menerima pesan dan sumber dalam mengirimkan pesan. Gangguan dikatakan ada dalam suatu sistem komunikasi bila ini membuat pesan yang disampaikan berbeda dengan pesan yang diterima.
Gangguan ini dapat berupa gangguan fisik (ada orang lain berbicara), psikologis (pemikiran yang sudah ada di kepala kita), atau semantik (salah mengartikan makna). Tabel dibawah menyajikan ketiga macam gangguan ini secara lebih rinci.
Macam Definsi Contoh
Fisik Interferensi dengan transmisi fisik isyarat atau pesan lain Desingan mobil yang lewat, dengungan komputer, kacamata
Psikollogis Interferensi kognitif atau mental Prasangka dan bias pada sumber-penerima, pikiran yang sempit
Semantik Pembicaraan dan pendengar memberi arti yang berlainan Orang berbicara dengan bahasa yang berbeda, menggunakan jargon atau istilah yang terlalu rumit yang tidak dipahami pendengar
Gangguan dalam komunikasi tidak terhindarkan. Semua komunikasi mengandung gangguan, dan walaupun kita tidak dapat meniadakannya samasekali, kita dapat mengurangi gangguan dan dampaknya. Menggunakan bahasa yang lebih akurat, mempelajari keterampilan mengirim dan menerima pesan nonverbal, serta meningkatkan keterampilan mendengarkan dan menerima serta mengirimkan umpan balik adalah beberapa cara untuk menanggulangi gangguan.
- Saluran
Saluran komunikasi adalah media yang dilalui pesan. Jarang sekali komunikasi berlangsung melalui hanya satu saluran, kita menggunakan dua, tiga, atau empat saluran yang berbeda secara simultan. Sebagai contoh, dalam interaksi tatap muka kita berbicara dan mendengarkan (saluran suara), tetapi kita juga memberikan isyarat tubuh dan menerima isyarat ini secara visual (saluran visual). Kita juga memancarkan dan mencium bau-bauan (saluran olfaktori). Seringkali kita saling menyentuh, ini pun komunikasi (saluran taktil).
- Pesan
Pesan dalam komunikasi dapat mempunyai banyak bentuk. Kita mengirimkan dan menerima pesan ini melalui salah satu atau kombinasi tertentu dari panca indra kita. Walaupun biasanya kita menganggap pesan selalu dalam bentuk verbal (lisan atau tertulis), ini bukanlah satu-satunya jenis pesan. Kita juga berkomunikasi secara nonverbal (tanpa kata). Sebagai contoh, busana yang kita kenakan, seperti juga cara kita berjalan, berjabatan tangan, menggelengkan kepala, menyisir rambut, duduk, dan. tersenyum. Pendeknya, segala hal yang kita ungkapkan dalam melakukan komunikasi.
Langganan:
Postingan (Atom)


