Selamat Datang di blog yazid, mencoba untuk berbagi dengan semua

Rabu, 30 Maret 2016

Tutorial Cara Crimping Kabel UTP [JarKom *]#1

Kabel UTP atau Unshielded Twisted Pair atau Ethernet Cable atau kita biasa menyebutnya dengan kabel LAN adalah kabel yang digunakan untuk menghubungkan antar peralatan yang berhubungan dengan computer network (komputer, hub, switch, router). Kabel ini bentuknya seperti kabel telefon, hanya lebih besar, dengan 8 kabel kecil di dalamnya. konektor yang di gunakan untuk kabel UTP adalah RJ-45 (RJ=register jack).

Warna dari 8 kabelnya:
  • BIRU

  • PUTIH-BIRU

  • HIJAU

  • PUTIH-HIJAU

  • ORANGE

  • PUTIH-ORANGE

  • COKLAT

  • PUTIH-COKLAT

Jenis kabel UTP yang banyak di gunakan :
Cat 5 (Category 5) / 100BASE-TX : 100 Mbps
Cat 6 (Category 6) / 1000BASE-T : 1000 Mbps (1 Gbps)

 

2 macam Susunan kabel UTP :

  •  TIA/EIA-568-B (T568B)biasa di sebut dengan susunan "Straight"
putih oranye --oranye-- putih hijau --biru-- putih biru --hijau-- putih coklat --coklat--

  •  TIA/EIA-568-A (T568A)biasa di sebut dengan susunan "Cross"
putih hijau --hijau-- putih oranye --biru-- putih biru --oranye--putih coklat --coklat-- 


Perancangan kabel UTP 

  • Straight (Straight-through): T568A vs T568A atau T568B vs T568B
Susunannya: kedua ujung kabel menggunakan susunan "Straight",,, atau kedua ujungnya menggunakan susunan "Cross".

  •  Cross (Crossover): T568A vs T568B
Susunannya: Ujung yang satu menggunakan susunan "Straight" dan satunya lagi menggunakan susunan "Cross". 

Sedangkan yang membedakan kapan menggunakan kabel "straight" dan kapan menggunakan kabel "Cross" adalah mesin apa yang ingin kita hubungkan. Bila PC ke router gunakan kabel straight, kalau PC ke PC gunakan kabel cross.

Daftarnya sebagai berikut:
PC <--> router/hub/switch : Straight
hub <--> router : Straight
PC <--> PC : Cross
router <--> router : Cross
hub <--> hub : Cross



Sumber: pengetahuan-asikmenarik.blogspot.co.id



LANGKAH KERJA

1. Siapkan semua peralatan terutama kabel UTP, konektor RJ-45, Crimping Tool.

Peralatan


2. Potonglah ujung kabel UTP sehingga rata, lalu kupas bagian luar kabel / jaket pelindung kabel kira-kira sepanjang 2 cm dengan menggunakan pengupas kabel yang biasanya ada pada crimping tool (bagian yang seperti 2 buah silet saling berhadapan yang dapat untuk mengupas).
Potong Kabel
3. 
Setelah dibersihkan dan tinggal isi dalam kabel saja maka kabel tersebut mesti di luruskan, gunakan ujung kuku anda untuk meluruskan kabel tersebut kemudian disusun sesuai posisi warna kabel (lihat "susunan warna kabel UTP")  kemudian potong rata  menggunakan pisau tang crimping seperti gambar berikut.
Rapihkan Kabel

3. Setelah yakin susunan warnanya sudah benar dan sudah tersusun dengan rapi tanpa melepaskan pegangan jari anda pada susunan kabel tadi, lalu ambil konektor RJ45.
Sesusaikan Urutan
4. Kemudian pada posisi yang benar masukkan pelan-pelan susunan kabel tersebut secara serentak ke RJ45  dengan didorong-dorong ke dalam hingga ujung kabel semuanya menyentuh hingga mentok ke ujung konektor.
Dorong sampai Ujung
5. Setelah posisi sudah mantap siapkan tang krimping dan masukkan konektor RJ45 ke lobang khusus RJ45 untuk menudian di crimp sekuat tenaga (ingat jgn menggunakan tenaga dalam anda) maksudnya adalah dengan tenaga cengkeramanmu saja.
Crimping
6. Untuk hasil yang baik agar kabel kuat pada posisinya gunakan cara di bawah ini, anda dapat memasang dengan cara menjepitkan kulit /pembungkus luar kabel. Namun pada saat memasang kabel UTP posisikan pembungkus kabel melewati bagian yang dikhususkan untuk menjepit kulit luar kabel ini (lihat gambar):
Crimping Selesai
7. Kalau sudah kemudian kita test menggunakan LAN tester. Masukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses. Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu Anda tekan (press) lagi menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah Anda tekan tetapi masih tidak nyambung langkah yang harus anda lakukan adalah, memotong RJ45 yang gagal tadi dan mulailah membuat baru.



KESIMPULAN
Kesimpulannya adalah jika Anda memasang kabel UTP tipe straight maka susunan warna pada kedua ujung kabel adalah sama. Sedangkan cara pemasangan UTP tipe cross, susunan warna ujung kabel pertama berbeda dengan unjung kabel kedua. Nanti jika dites menggunakan LAN tester, maka nantinya led 1, 2, 3 dan 6 akan saling bertukar. Kalau tipe straight menyalanya urutan, sedangkan tipe cross ada yang lompat-lompat. Tapi yang pasti harus menyala semua setiap led dari nomor 1 sampai 8.

Rabu, 23 Maret 2016

PENALARAN DEDUKTIF dan INDUKTIF

PENALARAN DEDUKTIF

1. Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah suatu Paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal Paragraf. Paragraf ini diawali dengan pernyataan yang bersifat umum dan kemudian dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan khusus yang berupa contoh-contoh, rincian khusus, bukti-bukti dan lain-lain. Karena Paragraf deduktif dikembangkan dari suatu pernyataan umum, maka pola kalimatnya adalah dari umum ke khusus.

Ciri-ciri kalimat deduktif:

a. Kalimat utama berada di awal paragraf.
b. Kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan-penjelasan.

Pola Paragraf deduktif:

Umum,
Khusus,
Khusus,
Khusus.

Contoh Paragraf deduktif:

Kemacetan sudah menjadi hal yang biasa di Kota Jakarta. Kemacetan tersebut diseabkan oleh beberapa faktor antara lain. Pertama, jumlah kendaraan yang ada di Jakarta tidak seimbang dengan luasnya jalan. Kedua, Kurangnya kedisiplinan bagi semua pengguna jalan raya. Ketiga, Kemunculan tempat-tempat yang menganggu lalu lintas seperti pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya. Yang terakhir, Ketidak tegasna aparat yang berwenang dalam menindak para pelanggar lalu lintas silogisme adalah merupakan suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Dan silofisme itu di atur dalam dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Kemudian silogisme mempunyai beberapa macam jenisnya, yaitu diantaranya sebagai berikut.

Jenis-jenis silogisme

1. Silogismekatagorial
Silogisme ini merupakan silogisme dimana semua proporsinya merupakan katagorial. Kemudian proporsisi yang mengandung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor (premis yang termnya menjadi subjek).
Contoh Kalimat :
”Bulan depan semua siswa SMK Yadika akan melaksanakan Study Tour. Mereka akan mengunjungi Bandung dan Bali. Kebetulan Budi  merupakan murid kelas 2 SMK. Dia belajar di sekolah SMK Yadika. Oleh karena itu, Budi akan mengikuti Study tour ke Pulau Bali dan Bandung”.

Premis Mayor : Semua siswa SMK Yadika mengikuti study tour.
Premis Minor : Budi belajar di SMK Yadika.
Kesimpulan : Budi mengikuti study tour.

2. Silogisme hipotetis
Yang dimaksud dengan silogisme hipotetik itu adalah suatu argumen/pendapat yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.
Contoh kalimat :
“       "Apabila hari ini hujan saya akan menggunakan  naik becak agar tidak kehujanan. Lalu sekarang turun hujan, maka saya mengunakan naik becak agar tidak kehujanan."

   Jika hujan saya naik becak.(mayor)
   Sekarang hujan.(minor)
    Saya naik becak (konklusi).

3. Silogisme Alternatif[
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain. Contoh:
   Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
   Nenek Sumi berada di Bandung.
   Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

4. Paragraf Entimen

Entimen merupakan sebuah silogisme yang dipendekan. Jadi entimen adalah kesimpulan dari silogisme. Namun, sebenarnya, entimen ini bukanah paragraf, akan tetapi lebih terlihat seperti sebuah kalimat kesimpulan.
Contoh kalimat:
"saya mengunakan sepeda motor karena agar tidak terhambat macet saat melakukan perjalanan ke sekolah"
   
PENALARAN INDUKTIF
I. Generalisasi

Paragraf ini dimulai dengan memaparkan suatu hal yang khusus dan kemudian disimpulkan pada bagian akhir paragaf.
Contoh Kalimat :
“Buah kelapa dapat dijadikan sebagai bahan makanan dan minuman yang segar. Tak hanya buahnya, kayu pohon kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Sedangkan pelapahnya dapat dijadikan sapau ijuk. Bahkan akarnya pun bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Oleh karena itu pohon kelapa sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia”.

II. Analogi

Paragraf analogi adalah paragraf yang memaparkan suatu objek dengan menyamakannya dengan objek lain yang memiliki kesamaan dalam hal tertentu.
Contoh Kalimat :
Mendaki ke puncak gunung harus memiliki persiapan dan bekal – bekal yang harus dibawa. Jika tidak memiliki bekal atau persiapan, kita akan terjatuh dari atas. Hal ini dikarenakan akan banyak halangan yang menghadang kita di depan, seperti binatang buas, bukit terjal, ataupun cuaca yang tidak bershabat. Sekali saja kita berbuat kesalahan, maka akibatnya akan sangat fatal. Begitu pula dengan mencapai kesuksesan, ada banyak hal yang harus kita persiapkan terlebih dahulu sebelum kita maju. Persiapan – persiapan tersebut, diantara lain mental, ilmu dan doa. Tanpa persiapan itu semua, kesuksesan akan susah diraih. Oleh karena itu, menggapai kesuksesan sama seperti menggapai puncak gunung karena perlu mempersiapakan bekal untuk semua halangan yang menghadang di depan.


III. Paragraf Kausal / Sebab – Akibat

Paragraf ini diawali dengan memaparkan hal – hal khusus yang berupa sebab – sebab, kemudian disimpulkan pada bagian akhir yang merupakan akibat dari sebab tersebut.
Contoh Kalimat :
Hujan yang terjadi pada malam hari itu sangatlah deras, bahkan hujan tersebut terjadi sepanjang hari tanpa henti. Air yang terus mengalir tersebut memenuhi selokan hingga selokan itu tidak bisa menampung air lagi. Terlebih lagi dengan keadaan sungai yang telah sempit dan dangkal membuat air meluap hingga ke perkampungan penduduk. Oleh karena itu, banjir datang dan menggenangi seluruh perkampungan penduduk.

Senin, 26 Oktober 2015

MEMBUAT GARIS DENGAN OPEN GL

Kali ini saya akan menjelaskan tugas Mata Kuliah “Grafik Komputer dan Pengolahan Citra’ Tentang membuat Garis Vertical,Horizontal dan Diagonal dengan menggunaka bahasa pemrograman C++ dan dipadukan dengan library dari openGL yaitu Glu t.h.
Pada pembuatan ketiga garis ini saya menggunakan software DWV C++ untuk compiler dan dipadukan dengan Library OpenGL, untuk memulai project baru kita terlebih dahulu memasukan package Glut.h pada Dev c++ dengan cara klik dimenu tools dan pilih package manager.
PENJELASAN PROGRAM Kali ini saya akan menjelaskan tugas Mata Kuliah “Grafik Komputer dan Pengolahan Citra’ Tentang membuat Garis Vertical,Horizontal dan Diagonal dengan menggunaka bahasa pemrograman C++ dan dipadukan dengan library dari openGL yaitu Glu t.h. Pada pembuatan ketiga garis ini saya menggunakan software DWV C++ untuk compiler dan dipadukan dengan Library OpenGL, untuk memulai project baru kita terlebih dahulu memasukan package Glut.h pada Dev c++ dengan cara klik dimenu tools dan pilih package manager. Lalu setelah itu klik install dan cari file bernama “glu t-3.7.6-bin”, setelah itu kita open. Dan kita akan menuju ke installer untuk library OpenGL, lalu kita klik install dan finish. Sekarang kita buat projectnya dengan cara klik new dan pilih project lalu pilih di tab basic dan pilih console application lalu saya membuat nama file project3 klik OK. Memanggil file-file Header yang dibutuhkan #include #include #include #include #include #include #include Pertama panggil semua file header yang dibutuhkan dalam pembuatan program, iostream sebagai input dan output sedangkan glu,glut,gl berguna agar kita dapat menggunakan statment OpenGL. Membuat Function Setelah itu buat function yang akan di panggil pada saat user menginput nilai pada tampilan menu. 1. glClear (GL_COLOR-BUFFER_BIT); Digunakan untuk membersihkan layar latar belakang dengan warna hitam. 2. glPushMatrix (); digunakan untuk membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar. 3. glColor3f(1.0,1.0,1.0); digunakan untuk menentukan warna garis/titik. 4. glBegin(GL_LINES); digunakan untuk menggambar garis dari titik. 5. glVertex3f(x+0.5,a+0.5,0.0); digunakan untuk menentukan titik awal. 6. glVertex3f(x+0.5,b+0.5,0.0); digunakan untuk menentukan titik awal. 7. glEnd (); digunakan untuk mengakhiri gambar garis dititik akhir. 8. glPopMatrix (); digunakan untuk membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar. Membuat tampilan menu Menu: Int a; Count<<”MENU?\N”; Count<<”1.Garis Vertikal\n”; Count<<”2.Garis Horizontal\n”; Count<<”3.Garis Diagonal\n”; Count<<”4.Exit\n”; Count<<”Masukan pilihan anda:”;cin>>a; Count<<”\n”; Menu: sebagai parameter agar pada saat user menginput nilai yang tidak ada pada menu maka program akan kembali ke awal. USER GUIDE 1. Pertama double klik Project3.exe, lalu akan muncul tampilan menu. 2. kemudian pilih salah satu dari 4 menu diatas. Lalu input nilai sesuai dengan syarat masing-masing garis. Syarat Input: 1. Vertikal : Nilai Y awal harus sama dengan nilai X tetap. 2. Horizontal : Nilai X awal harus sama dengan nilai Y tetap. 3. Diagonal : Nilai X0 dan Y0 harus bernilai 0 sedangkan untuk X1 dan Y1. Harus diisi dengan nilai selalu 0 sebagai derajat pembuat garis. VERTIKAL HORIZONTAL DIAGONAL 3. Jika user menginput nilai yang tidak sesuai dengan syarat yang ada maka pada window OpenGL tidak akan mencetak garis.

Jurnal SIstem Informasi

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI (Studi kasus : “PEMBAYARAN SPP SEKOLAH PADA SMA PIRI 2YOGYAKARTA” Disusun: Hesti Handayani Jurusan Teknik Informatika STMIK AMIKOM YOGYAKARTA ABSTRACT Information system that runs on Piri SMA 2 Yogyakarta still manually so there is a continual problem in terms of effectiveness and efficiency of data management becomes a very important information in the process of school management. The main problem faced by the Administrative officer school is not optimal use of computers in the payment process, thus causing ketelambatan services to students, and not infrequently also occurs error reporting and recording. The main purpose of the analysis of this system is to evaluate and determine the problems faced in terms of system administration tuition payment Piri SMA 2 Yogyakarta. Furthermore, an analysis can be performed using the method PIECES Analysis, Feasibility Analysis System. The new system design using structured techniques where the system is modeled using the data flow diagram, the database is modeled using the Entity Relationship Diagram (ERD). Implementation of the SPP and Dues Payment application SMU Piri 2 programming language Visual Basic and Microsoft Access database. The research has resulted in applications for Information System Application Fee Payment and high school tuition Piri 2 Yogyakarta. Application of the stretcher has been realized and can operate as a system requirement. In general, the new system has succeeded in optimizing the existing computer system in the process of payment of school fees so that it can manage the data well, to produce an effective and efficient information. 1. Pendahuluan Sistem informasi yang berjalan pada SMA Piri 2 Yogyakarta masih secara manual sehingga timbul suatu permasalahan dalam hal keefektifan dan efisiensi pengelolaan data menjadi sebuah informasi yang sangat penting dalam proses manajemen sekolah. Karena dalam lingkungan pendidikan, pemanfaatan teknologi informasi sangat penting, dan harus dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Pada dasarnya sebuah lembaga maupun organisasi yang memanfaatkan teknologi informasi secara optimal yang dapat bertahan (survive) dalam era global ini, karena lewat pemanfaatan teknologi informasi sebuah lembaga atau organisasi dapat mengaskses informasi dengan cepat, tepat dan akurat serta dapat memberikan pelayanan yang efektif dan efisien. Seiring dengan terus bertambahnya jumlah siswa pada SMA Piri 2 Yogyakarta menuntut lembaga/ sekolah untuk bisa memberikan pelayanan terbaik bagi siswa dalam pemanfaatan sarana maupun prasarana pendukung proses pembelajaran. Beberapa layanan yang berhak didapatkan oleh siswa disekolah antara lain kemudahan dalam hal pelaksanaan praktek di laboratorium yang nyaman, serta menikmati koleksi buku-buku di perpustakaan untuk menunjang pembelajaran, serta sarana maupun prasarana lainnya yang memadai. Untuk mendapatkan fasilitas itu semua, maka sekolah menerapkan iuran dana sekolah yang sering disebut SPP. Adapun di dalam dana itu selain biaya sekolah juga terdapat iuran kurban, iuran karya wisata dan yang lainnya. Pembayaran iuran dimaksud, dilakukan dengan cara angsuran per bulan atau per semester. Selama ini, proses pembayaran beberapa iuran tersebut masih dilakukan secara manual, dan yang melayani siswa hanya satu orang petugas Tata Usaha untuk melayani ratusan siswa. Biasanya juga pembayaran dilakukan oleh siswa menjelang ujian tengah semester atau menjelang ujian akhir semester sehingga terjadi penumpukan jumlah siswa yang membayar. Pada saat membuat laporan kepada Kepala Sekolah terkadang menghadapi berbagai kendala karena pembuatan laporan masih secara manual sehingga proses perhitungan dan pembuatan laporan membutuhkan waktu yang lama dan juga sering terjadi kekeliruan dan kesalahan. Masalah utama yang dihadapi oleh petugas Tata Usaha sekolah adalah belum optimalnya penggunaan komputer dalam proses pembayaran, sehingga menyebabkan ketelambatan pelayanan kepada siswa, serta tidak jarang juga terjadi kesalahan pencatatan dan pelaporan. 2. Landasan Teori 2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi “Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.” (Jogiyanto HM, 1995) Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen dalam pengambilan keputusan. Informasi diperoleh dari sistem informasi (information system) atau disebut juga dengan processing system atau information processing system atau information generating system. 2.2 Sistem Manajemen Basis Data Sistem manajemen basis data (database management system) atau kadang disingkat DBMS, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. DBMS berisi suatu koleksi data yang saling berelasi dan satu set program untuk mengakses program tersebut. Manfaat penggunaan Database : • Untuk mengorganisasi dan mengelola data dalam jumlah besar • Untuk membantu dalam melindungi data dari kerusakan yang disebabkan pengaksesan yang tidak sah • Memudahkan dalam pengambilan data • Untuk memudahkan dalam pengaksesan data secara bersamaan dalam suatu jaringan. 3. Analisis dan Perancangan Sistem SMA PIRI 2 berdiri 24 Juni 1986 yang terletak di desa Suryodiningratan, Kecamatan Mantrijeron. SMA PIRI 2 berdiri di atas tanah seluas 4.300 m² dengan jumlah kelas sebanyak 5 kelas. Berikut data SMA PIRI 2 Yogyakarta : 1. Nama Sekolah : SMA PIRI 2 Yogyakarta 2. Alamat : Jl. MT. Haryono 23 Desa : Suryodiningratan Kecamatan : Mantrijeron Kabupaten : Yogyakarta 55141 3. Tahun Berdiri : 24 Juni 1986 4. Status Sekolah : Swasta 5. Nomor Statistik Sekolah : 302046009046 6. Status Tanah : Hak Milik 7. Jumlah Ruang Belajar : 5 lokal Kelas 8. Waktu Belajar : Pagi Pukul 07.15 s.d 13.45 9. Jumlah jam belajar seminggu : 7 jam pelajaran @ 45 menit SMA PIRI 2 Yogyakarta belum menggunakan komputer dalam proses pembayaran iuran sekolahnya. Proses yang dijalankan masih manual sehingga memakan waktu yang cukup lama dan kurang efisien. Dalam proses pelaporan yang merupakan bagian sangat penting juga dikerjakan dengan sistem manual, sehingga sering terjadinya kesalahan. Selain itu juga akan membutukan waktu yang cukup lama dalam proses pengerjaannya dan juga dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Kelemahan sistem lama : 1. Karena proses pencatatan dilakukan secara manual, jadi keamanan data sering tidak bisa dijaga. Sering terjadi kehilangan data, sehingga menimbulkan kesalahan pada proses pembuatan laporan. 2. Selain itu juga ketika siswa kehilangan kartu bayar, maka petugas akan kesulitan untuk mengetahui jumlah yang sudah dibayarkan oleh siswa. 3. Bila terjadi transaksi pembayaran iuran, petugas harus menuliskan data siswa yang membayar ke dalam sebuah buku, serta bukti pembayaran berupa kartu bayar dituliskan secara manual, yang menyebabkan kurang cepatnya pelayanan terhadap siswa. 4. Pendataan siswa yang wajib membayar dilakukan secara manual yaitu dengan mencatatkan pada sebuah buku induk. 3.1 Analisa Sistem 3.1.1 Analisis Pieces Tujuan utama dari analisis sistem ini adalah untuk mengevaluasi dan menentukan permasalahan yang dihadapi dalam hal sistem Administrasi Pembayaran SPP SMA PIRI 2 Yogyakarta. Selanjutnya dapat dilakukan suatu analisis dengan menggunakan metode Analisis PIECES, yaitu : a. Performance (kinerja) Performance atau kinerja merupakan suatu analisis terhadap kemampuan sistem dan menyelesaikan tugas dengan baik. b. Information (informasi) Informasi merupakan komoditas terpenting bagi seorang pengguna akhir pada suatu sistem dalam pengambilan keputusan. Dengan sistem informasi yang baik maka akan menghasilkan informasi yang bermanfaat serta dapat mendukung dalam menanggapi masalah dan peluang yang ada. c. Economy (ekonomi) Sistem yang ada saat ini masih manual, dilihat dari segi ekonomisnya system yang ada saat ini masih mengeluarkan biaya yang tidak sedikit setiap akan melakukan pencatatan data transaksi pembayaran, sehingga sistem yang sedang berjalan saat ini masih kurang ekonomis. d. Control (kontrol) Pengendalian dalam sistem sangat diperlukan, yaitu digunakan untuk meningkatkan kinerja sistem, mencegah atau mendeteksi penyalahgunaan atau kesalahan sistem serta untuk menjamin keamanan data dan informasi. e. Effisiency (efisiensi) Terdapat perbedaan antara efisiensi dengan ekonomis. Ekonomis berkaitan dengan sesedikit mungkin jumlah sumber daya yang digunakan sehingga menghasilkan keuntungan, sedangkan efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber daya yang ada dapat digunakan dengan sebaik dan sehemat mungkin dengan pemborosan/ biaya yang paling minimum. f. Service (servis) Pelayanan yang diberikan sangat mendukung dalam peningkatan profit atau laba bagi sekolah. Suatu lembaga pendidikan akan berusaha meningkatkan pelayanannya terhadap konsumen yaitu para siswa sehingga konsumen merasa puas, hal itu yang menjadi tujuan utama dari lembaga pendidikan berkualitas. 3.1.2 Analisis Kelayakan Sistem Analisis kelayakan adalah sebuah studi yang mempertimbangkan terhadap kebutuhan-kebutuhan dalam pembangunan sebuah sistem sehingga dapat ditentukan layak/tidaknya sistem tersebut. Sehingga tujuan dari analisis kelayakan adalah untuk menguji apakah sistem baru yang akan diterapkan sebagai pengembangan dari sistem lama layak diterapkan. a. Analisis Kelayakan Hukum SMA PIRI II sudah menggunakan software berlisensi sehingga secara hukum telah memenuhi kelayakannya. b. Analisis Kelayakan Teknologi Komputer-komputer dan sistem jaringan yang ada di SMA PIRI memiliki spesifikasi sebagaimana yang dibutuhkan oleh sistem baru sehingga secara teknologi komputer-komputer dan jaringan yang ada masih layak. c. Analisis Kelayakan Operasional Saat ini sumber daya manusia pengguna komputer sudah memenuhi standar sebagai operator komputer sehingga secara operasional mampu mengemban amanat sebagai pengguna sistem baru. d. Analisis Kelayakan Ekonomi Adapun rancangan biaya sistem yang baru pada SMA PIRI 2 Yogyakarta adalah sebagai berikut : 1.) Analisis Teknologi a.) Kebutuhan Perangkat Lunak b.) Kebutuhan Perangkat Keras c.) Kebutuhan Teknisi (Brainware) Faktor yang tidak kalah penting dari pengembangan sistem adalah perangkat manusia, oleh sebab itu diperlukan sumber daya manusia yang benar-benar mengerti dan paham tentang komputer dan tentu saja dapat mengoperasikan program aplikasi tersebut. Oleh karena itu, perlu diadakan pelatihan terhadap perangkat manusia yang akan menggunakan sistem baru tersebut nantinya. 2.) Analisis Biaya dan Manfaat Agar sistem dapat berjalan dengan baik tentunya tak lepas dari biaya untuk penerapan pengembangan sistem tersebut. Adapun metode untuk melakukan analisis biaya dan manfaat adalah sebagai berikut : a. Metode Period Pengembalian (payback period) Metode period pengembalian merupakan metode yang menilai proyek investasi dengan dasar lamanya investasi tersebut dapat tertutup dengan aliran-aliran kas masuk. b. Metode pengembalian investasi (return on investment) Metode ini digunakan untuk mengukur prosentase manfaat yang dihasilkan oleh proyek dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. c. Metode nilai bersih sekarang (net present value) Metode NPV menggunakan metode yang memperhatikan nilai waktu dari uang. Dengan menggunakan suku bunga diskonto yang akan mempengaruhi proceed atau arus dari uangnya. Net Present Value (NPV) dapat dihitung dari selisih nilai proyek pada awal tahun dikurangi dengan total proceed tiaptiap tahun yang dinilai-uangkan ke tahun awal dengan tingkat bunga diskonto. Hasil perhitungan diatas yang menggunakan ketiga metode tersebut diatas tercantum dalam tabel berikut ini : 3.2 Perancangan Sistem 3.2.1 Data Flow Diagram DFD adalah suatu model logika atau proses yang dibuat untuk menggambarkan darimana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dengan proses yang dikenakan pada data tersebut. 3.2.2 Diagram Alir Data Level 1 Diagram alir data level 1 merupakan turunan dari diagram alir data level 0 yang menggambarkan aliran data dan detail proses-proses yang akan diintegrasikan ke dalam sistem. Diagram alir data level 1 pada gambar 3.2 3.2.3 Entity Relationship Diagram (ERD) Entitas yang terlibat dalam sistem informasi pembayaran antara lain: siswa, jenis bayar/setup, pembayaran, tahun ajaran. Pada hubungan kardinalitas antar entitas tersebut mempunyai hubungan derajat relasi satu ke banyak, sehingga hubungan entitas dapat digambarkan sebagai berikut : 3.3 Perancangan Database Setelah perancangan tahapan-tahapan normalisasi maka dilakukan perancangan database. Perancangan database yang dilakukan bertujuan untuk merancang struktur tabel sebagai informasi yang berfungsi untuk input dan output data, adapun perancangan database dalam Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Pembayaran SPP sekolah pada SMA PIRI 2 Yogyakarta adalah sebagai berikut: 3.3.1 Tabel Siswa Mencatat dan menyimpan data siswa 3.3.2 Tabel Tahun Ajaran Mencatat dan menyimpan data-data tahun ajaran 3.3.3 Tabel Siswa Kelas Mencatat dan menyimpan penempatan siswa ke kelas 3.3.4 Tabel Kelas Mencatat dan menyimpan data kelas 3.3.5 Tabel Petugas Mencatat dan menyimpan password yang akan digunakan untuk masuk ke sistem 3.3.6 Tabel Pembayaran Mencatat dan menyimpan data-data pembayaran 3.3.7 Tabel SPPIuran Mencatat dan menyimpan data acuan pembayaran SPP dan Iuran 4. Implementasi Sistem Aplikasi Sistem Informasi Pembayaran SPP dan Iuran SMU PIRI 2 Yogyakarta merupakan sebuah aplikasi perangkat lunak komputer yang dibangun dan dikembangkan dalam rangka memudahkan user dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan data pembayaran spp dan iuran sekolah. Aplikasi Sistem Informasi Pembayaran SPP dan Iuran SMU PIRI 2 Yogyakarta akan membuka form utama aplikasi ketika pertama kali dijalankan, sebagaimana yang ditunjukkan oleh Gambar 4.1 Untuk mengelola data siswa pilih menu Data Siswa sehingga akan muncul form anggota seperti gambar 4.2 Menu Setting SPP berguna untuk menentukan besaran SPP dan Iuran yang harus dibayar oleh siswa secara khusus sesuai dengan kelas dan angkatannya. Form untuk mencatat besaran SPP dan Iuran ada pada gambar 4.3 4.1 Menu Pembayaran 4.1.1. Sub Menu Iuran Menu Data Kelas mempunyai sub menu Iuran dan SPP. Menu pembayaran Iuran adalah sebagai berikut. 4.1.2. Sub Menu SPP Form input data SPP digunakan untuk mengelola data SPPsiswa. Tampilan form ini terlihat pada gambar 4.5 4.2 Menu Laporan Menu Laporan digunakan untuk menampilkan laporan pembayaran SPP dan iuran siswa. 1. Laporan Semua Pembayaran Iuran Siswa 2. Laporan Semua Pembayaran SPP 3. Laporan Semua Tunggakan SPP Tampilan laporan terlihat pada gambar 4.6 berikut: 5. Penutup 5.1 Kesimpulan Penelitian telah menghasilkan aplikasi untuk Aplikasi Sistem Informasi Pembayaran SPP dan Iuran SMU PIRI 2 Yogyakarta. Aplikasi terebut telah terealisasi dan dapat berjalan sebagaimana kebutuhan sistem. Secara umum sistem baru telah berhasil mengoptimalkan sistem komputer yang ada dalam proses pembayaran iuran sekolah sehingga dapat mengelola data dengan baik, untuk menghasilkan informasi yang efektif dan efisien. Sistem aplikasi yang dibangun dapat memberikan keluaran berupa laporan pembayaran SPP dan laporan tunggakan SPP dalam kurun waktu tertentu. 5.2 Saran Sebagai saran penelitian adalah hendaknya aplikasi dikembangkan untuk lebih dinamis misalnya untuk pengelolaan keuangan SMU yang lainnya. Aplikasi dilengkapi dengan setup user sistem sehingga tidak hanya satu user saja yang dapat menggunakannya. Laporan yang dihasilkan dapat ditampilkan sesuai periode tertentu misalnya per bulan atau per tahun. DAFTAR PUSTAKA Hartono, Jogiyanto. 1999. Analisis dan Desain Sistem Informasi, Andi Offset Yogyakarta. Hartono, Jogiyanto. 2009. Sistem Teknologi Informasi – Edisi III. Andi Offset Yogyakarta. Kristanto, Harianto. (1994). Konsep dan Perancangan Database. Yogyakarta:Andi Offset Mc Leod, Raymond, 1997, Sistem Informasi Manajemen, Prentice Hall, Jakarta Tavri D. Mahyuzir, Analisa dan Perancangan Sistem : Pengelolaan Data. Jakarta : PT Elex Media Komputindo Firdaus. 2006, 7 Jam Belajar Interaktif Visual Basic 6.0 Untuk Orang Awam, Maxikom, Palembang Kadir A., 2008, Pengenalan Sistem Informasi, Andi Ofset, Yogyakarta Kadir A., 2003, Konsep dan Tuntunan Praktis Basis Data, Penerbit Andi, Yogyakarta Fathansyah, 1999, Basis Data, Informatika, Bandung 17 http://siadarijurnal.blogspot.co.id/2015/04/contoh-jurnal-analisis-dan-perancangan.html

Minggu, 27 September 2015

ARTIKEL LEPAS: PERAN BAHASA INDONESIA

a. Peranan Bahasa Indonesia dalam kaitannya dengan jurusan Sistem Informasi Peranan Bahasa Indonesia dalam Negara kita sangat lah penting. Penggunaannya adalah sebagai alat komunikasi antar individu untuk saling berkomunikasi. Sedangkan dalam jurusan Sistem Informasi sangatlah penting, antara lain untuk komunikasi. . Tanpa adanya bahasa mungkin kita tidak dapat berkomunikasi atau berinteraksi dengan individu lainnya dan tidak dapat memberikan informasi. Bahasa Bahasa merupakan alat komunikasi antara yang satu dengan yang lain. Dengan bahasa semua hal dapat dimengerti maksud dan tujuan tertentu. Selain itu bahasa juga digunakan untuk menyampaikan sesuatu hal, gagasan (pendapat), ide kepada orang lain agar bisa memahami apa yang kita inginkan. Menurut Sunaryo : tanpa adanya bahasa, IPTEK tidak dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu bahasa Indonesia di dalam struktur budaya memiliki fungsi sebagai sarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa adanya peran bahasa, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang. Sistem Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah sekolompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu. Informasi Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Hal ini dapat dicatat sebagai tanda-tanda, atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang. Selain itu informasi dapat diartikan sebagai pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Sistem Informasi Sistem informasi yaitu suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan, di mana sistem tersebut merupakan kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang tergorganisasi. Sistem informasi jg mempunyai pengertian lain yaitu gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi. b. Fungsi-fungsi Bahasa Indonesia Secara umum fungsi bahsa sebagai alat komunikasi: lisan maupun tulis Menurut : Santoso, dkk. (2004) berpendapat bahwa bahasa sebagai alat komunikasi memiliki fungsi sebagai berikut: - Fungsi informasi - Fungsi ekspresi diri - Fungsi adaptasi dan integrasi - Fungsi kontrol social Menurut Hallyday (1992) Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi untuk keperluan: • Fungsi instrumental, bahasa digunakan untuk memperoleh sesuatu • Fungsi regulatoris, bahasa digunakann untuk mengendalikan prilaku orang lain • Fungsi intraksional, bahasa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain • Fungsi personal, bahasa dapat digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain • Fungsi heuristik, bahasa dapat digunakan untuk belajar dan menemukan sesuatu • Fungsi imajinatif, bahasa dapat difungsikan untuk menciptakan dunia imajinasi • Fungsi representasional, bahasa difungsikan untuk menyampaikan informasi Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional mempunyai fungsi khusus, yaitu: - Bahasa resmi kenegaraan - Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan - Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah - Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara mempunyai fungsi: • Bahasa resmi kenegaraan • Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan • Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah • Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi Bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, sehingga perlu dibakukan atau distandarkan. - Ejaan Van Ophuijen (1901) - Ejaan Soewandi (1947) - Ejaan yang Disempurnakan (EYD, tahun 1972) - Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Istilah (1975) - Kamus besar Bahasa Indonesia, dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (1988) Bahasa Indonesia memiliki fungsi-fungsi yang dimiliki oleh bahasa baku, yaitu: • Fungsi pemersatu, bahasa Indonesia memersatukan suku bangsa yang berlatar budaya dan bahasa yang berbeda-beda • Fungsi pemberi kekhasan, bahasa baku memperbedakan bahasa itu dengan bahasa yang lain • Fungsi penambah kewibawaan, bagi orang yang mahir berbahasa indonesia dengan baik dan benar • Fungsi sebagai kerangka acuan, bahasa baku merupakan norma dan kaidah yang menjadi tolok ukur yang disepakati bersama untuk menilai ketepatan penggunaan bahasa atau ragam bahasa c. Perkembangan Bahasa Indonesiaa dan IPTEK(Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) Bahasa dan masyarakat adalah dua hal yang saling berpengaruh. Apabila suatu masyarakat berkembang dengan baik, maka bahasapun akan berkembang dengan baik, karena bahasa merupakan budaya dari masyarakat. Secara khusus, bahasa juga akan berkembang sesuai dengan kegunaannya bahasa indonesia yang dipergunakan dalam dalam pergaulan sehari-hari tentulah berbeda dengan bahasa tulis, terutama bahasa tulis yang karya ilmiah. Bahasa dalam pergaulan sehari-hari tidak dituntut suatu aturan bahasa yang rerlalu ketat, tetapi bahasa yang digunakan untuk menguraikan ilmu pengatahuan dan teknonlogi harus memenuhi tuntutan bahasa ilmiah. Maka dari itu tulisan atau karangan yang memuat suatu penelahan suatu ilmu pengatahuan dan teknologi disebut dengan karangan ilmiah atau karya ilmiah. Karya ilmia inilah yang dapat membawa mesyarakat pemakainya maju dan berkembang. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi sebagai indikator perkembangan suatu bangsa, maka bahasa merupakan suatu wahana penyampaian ilmu pegatahuan dan teknonlogi kepada masyarakat, juga dapat dipergunakan sebagai tolak ukur kecanggian bahasa dan pemakainya. Masyarakat yang dapat menggunakan bahasa dengan ciri-ciri tertentu dalam pemasyarakatan ilmu pengatahuan dan teknologi merupakan masyarakat moderen dan canggih. Selanjutnya, apabila bahasa yang baik dan benar digunakan secara terus-menerus di dalam pemasyarakatan ilmu pengatahuan dan teknologi pastilah penggunaan bahasa yang demikian akan menjalar pengaruhnya pada penggunaan bahasa sehari-hari. Bahasa Indonesia dalam IPTEK Dalam ilmu pengatahuan dan teknologi, bahasa berfungsi sebgai wahana untuk menyampaikan imformasi dengan cepat dan sekecil-kecilnya. Untuk itu penuturan ilmu pengatahuan dan teknokogi kepada masyarakat hendaklah menggunakan bahasa ilmiah. Dan persyaratan penuturan karangan ilmiah kurang lebih sebagai berikut: 1. Ringkas Bahasa ilmu pengatahuan dan teknologi mengharuskan uraian yang padat, tetapi tidak dengan memendekkan atau menggunakan akronim, lebih-lebih yang tidak dikenal umum. 2. Lengkap Bahasa ilmu pengatahuan dan teknologi tidak membiarkan pembaca bertanya-tanya tentang maksud suatu pernyataan. Sebaliknya, yang sudah nyata atau tidak perlu diulang-ulang atau 5 tekanan khusus. Semua data yang perlu haruslah ada. Sedangkan yang berlebih-lebihan haruslah ditinggalkan. 3. Sederhana Ditandai dengan kosakata yang tidak bermuluk-muluk dan sintaksis yang tidak berbelit-belit. 4. Keutuhan dan Unity Yang dapat dilihat dari hubungan yang baik dan logis antara bagian-bagian karangan , sehingga keseluruhan hubungan yang baik dan logis itu tetap tanpak. Misalnya, dilihat dari salah satu paragraf merupakan salah satu dari karangan itu, akan tanpak adanya hubungan antara kalimat yang satu dan yang lain yang keseluruhannya berkaitan erat dengan kalimat topik paragraf itu. 5. Keruntutan atau Coherence Adanya keterpautan makna di dalam suatu karya tulis. Keterpautan makna ini dapat dicapai dengan menyusun kalimat-kalimat logis dan kronologis serta berdasarkan urutan pentingnya kalimat. Kalimat yang satu dapat diperjelas dengan makna kalimat yang lain, baik yang mendahului maupun yang mengikutinya. Keruntutan juga ditentukan oleh keterpautan gramatikan cohesion, yang dapat dilihat dengan adanya pemarkah yang menandai bahwa kalimat yang satu bertautan dengan kalimat yang lain. Sebagai contoh, apabila kalimat memiliki hubungan sebab akibat, maka kata penghubung yang cocok untuk menghbungkan kalimat itu adalah karena, oleh karena itu, sebab. Demikian juga, apabila hubungan itu menunjukkan pertentangan atau kebalikan, maka kata penghubung yang cocok adalah tetapi, namun, sebaliknya, dan lain-lain. 6. Tidak menggunakan Implikatur Suatu hal baru diterangkan sejelas mngkin tanpa menggunkan implikasi seperti yang banyak terdapat dalam bahasa lisan sehari-hari. 7. Inferensi Mungkin dibuat oleh pembaca diarahkan oleh penulis, sehingga memungkinkan adanya interpretasi yang sama bagi para pembaca. 8. Sebaliknya disediakan ringkasan isi agar terdapat kesesuaian antara penulis dan pembaca. 9. Presoposisi yang diciptakan disesuaikan dengan tingkat pengatahuan pembaca. 10. Ketelitian Merupakan ciri khas ilmu pengatahuan dan teknologi. Ciri ini kita temukan pula dalam pengungkapan profesional, artinya penuturan dengan kata. Ketelitian tidak hanya menyangkut hal yang besar, tetapi hal yang kecil pun harus diperhatikan. Ketelitian dalam ilmu pengatahuan dan teknologi menyangkut penggunaan data, penerapan rumus, penerapan nama orang, nama tempat, dan nama alat, bahkan ejaan dan tanda baca. Ketelitian dalam pemakaian lambang dan satuan. Referensi: http://ghembiel09.blogspot.com/2010/11/peranan-bahasa-indonesia-dalam.html http://npermana.mhs.uksw.edu/2012/11/pengertian-sistem-informasi.html NoviResmini,S.Pd.-UPI http://nui-duniamahasiswa.blogspot.com/2012/05/peranan-bahasa-indonesia-dalam.html http://hafizhhidayat.blogspot.co.id/2015/09/artikel-lepas-peranan-bahasa-indonesia.html : NoviResmini,S.Pd.-UPI http://blog-kuliah.blogspot.co.id/2012/12/fungsi-bahasa-indonesia.html Chomsky, N. 1986. Knowledge of Laguage: Its Native, Origin and Used. New York: Preager. https://badriyadi.wordpress.com/artikel-bahasa/bahasa-dan-iptek/